GENMILENIAL.ID – Baru menerima gaji, tetapi uang sudah terbagi untuk membayar tagihan, membeli kebutuhan sehari-hari, hingga melunasi cicilan.
Belum sampai pertengahan bulan, saldo rekening mulai menipis. Situasi seperti ini membuat pengelolaan keuangan menjadi tantangan tersendiri di tengah biaya hidup yang terus harus dipenuhi.
Mengatur keuangan dalam situasi in this economy bukan sekadar memangkas pengeluaran atau berhenti membeli hal-hal yang disukai.
Baca Juga: Sengketa hukum di MA selesai, BYD ganti haluan pakai nama Danza untuk lini premium
Langkah yang lebih penting adalah memahami kemampuan penghasilan, menentukan prioritas, dan memastikan uang tersedia untuk kebutuhan yang benar-benar penting.
Consumer Financial Protection Bureau (CFPB), lembaga perlindungan konsumen keuangan Amerika Serikat, menyarankan pencatatan pendapatan, pengeluaran, dan tanggal jatuh tempo tagihan sebagai bagian dari penyusunan anggaran.
Cara ini membantu seseorang mengetahui kondisi keuangannya secara lebih jelas sebelum menentukan pengeluaran yang perlu disesuaikan.
Baca Juga: OTT KPK di BNPB seret lima tersangka, bagaimana nasib kepala BNPB?
Lantas, bagaimana cara mengatur keuangan agar gaji tidak cepat habis? Berikut tujuh langkah yang bisa mulai diterapkan sesuai kondisi masing-masing.
1. Periksa kembali ke mana uang pergi
Langkah pertama adalah mengevaluasi pengeluaran selama sebulan terakhir.
Periksa riwayat transaksi rekening bank, dompet digital, hingga catatan belanja tunai untuk mengetahui bagaimana uang digunakan.
Kelompokkan pengeluaran ke dalam beberapa kategori, seperti makanan, tempat tinggal, transportasi, cicilan, kebutuhan keluarga, dan hiburan.
Baca Juga: Pertamina minta maaf soal BBM Bali langka, kapan antrean berakhir?
Artikel Terkait
Transformasi digital IFG catat 500 ribu pengguna, One by IFG perluas akses layanan keuangan terintegrasi
Polisi bongkar korupsi dana bantuan keuangan desa di Subang, mantan Kades pakai uang negara untuk bayar utang pribadi
AFTECH, Easycash dan IARFC luncurkan MOJANG, modul literasi keuangan untuk Gen Z dan Milenial
Merger 15 asuransi BUMN jadi 3 entitas, strategi perkuat permodalan dan daya saing industri keuangan nasional
Asuransi bukan investasi, IFG ingatkan pentingnya literasi keuangan bagi konsumen
Mahasiswa diajak jadi agen perubahan, asuransi Astra dorong literasi keuangan lewat ACTION
Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan yang baru pengganti Purbaya Yudhi Sadewa