Semangat Kartini hidup di Subang, Ega Agustine ajak perempuan percaya diri dan berdaya

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 24 April 2026 | 19:19 WIB
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Subang, Hj. Ega Agustine Rosyadi (kedua dari kiri), membuka Lomba Berkebaya Nasional dalam rangka peringatan Hari Kartini di Auditorium Museum Wisma Karya, Subang, Kamis, 23 April 2026 (Dok. Istimewa)
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Subang, Hj. Ega Agustine Rosyadi (kedua dari kiri), membuka Lomba Berkebaya Nasional dalam rangka peringatan Hari Kartini di Auditorium Museum Wisma Karya, Subang, Kamis, 23 April 2026 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID — Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali digaungkan melalui kegiatan Lomba Berkebaya Nasional di Kabupaten Subang.

Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momentum untuk mendorong perempuan tampil percaya diri, mandiri, dan berdaya dalam kehidupan modern.

Kegiatan yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang tersebut berlangsung di Auditorium Museum Wisma Karya, Kamis, 23 April 2026.

Acara ini dibuka langsung oleh Penasihat DWP Kabupaten Subang, Ega Agustine Rosyadi.

Baca Juga: Asuransi bukan investasi, IFG ingatkan pentingnya literasi keuangan bagi konsumen

Mengusung tema 'Cinta Kartini, Bangga Berkebaya, Perempuan Indonesia Bermartabat, Tangguh, dan Mandiri,' lomba ini menjadi ruang ekspresi sekaligus refleksi nilai-nilai perjuangan Kartini bagi perempuan masa kini.

Perempuan harus percaya diri dan terus berkembang

Dalam sambutannya, Ega Agustine Rosyadi menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini tidak sekadar seremoni, tetapi harus menjadi pengingat akan pentingnya peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.

“Semangat Kartini harus terus kita hidupkan, terutama dalam meningkatkan kualitas diri, peran dalam keluarga, serta kontribusi nyata dalam pembangunan,” ujarnya.

Baca Juga: Terobosan KUR berbasis kekayaan intelektual, pelaku ekraf bisa ajukan modal tanpa agunan fisik

Ia juga mendorong para peserta untuk tampil percaya diri serta menjadikan ajang ini sebagai sarana belajar dan saling menginspirasi.

“Teruslah menjadi perempuan yang tangguh, mandiri, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan,” pesannya.

Kebaya jadi simbol identitas dan peran perempuan

Ketua DWP Kabupaten Subang, Siti Nuraeni Nuroni, menambahkan bahwa kebaya bukan sekadar busana tradisional, tetapi juga simbol identitas budaya sekaligus representasi peran perempuan Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X