Dana darurat berfungsi sebagai cadangan ketika muncul kebutuhan yang tidak direncanakan, seperti perbaikan kendaraan, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan kesehatan mendadak.
Jika belum mampu menyisihkan dana dalam jumlah besar, mulailah dari nominal yang sesuai kondisi keuangan.
Simpan dana tersebut secara terpisah dari uang belanja sehari-hari agar tidak mudah terpakai untuk kebutuhan lain.
Baca Juga: Mobil terbakar di TIS Square Tebet, api merembet ke kendaraan lain
CFPB menjelaskan bahwa kebutuhan dana darurat setiap orang bergantung pada situasinya.
Bahkan, simpanan kecil sekalipun dapat membantu menghadapi pengeluaran mendadak dan mengurangi ketergantungan pada pinjaman.
Hal terpenting adalah membangun kebiasaan menyisihkan uang secara konsisten tanpa mengorbankan kebutuhan dasar atau memaksakan nominal yang belum sanggup dipenuhi.
6. Siapkan biaya yang tidak muncul setiap bulan
Tidak semua pengeluaran datang setiap bulan. Ada biaya tahunan atau berkala, seperti pajak kendaraan, daftar ulang sekolah, perpanjangan sewa, dan kebutuhan perawatan rumah.
Baca Juga: Imunisasi Kejar di Subang sasar perlindungan anak, Ega Anjani dorong edukasi hingga posyandu
Meski jarang muncul, pengeluaran tersebut sebaiknya masuk dalam perencanaan sejak awal.
Jika tidak disiapkan, tagihan yang sudah bisa diperkirakan justru berpotensi mengganggu anggaran bulanan.
Sebagai ilustrasi, jika ada kebutuhan sebesar Rp1,2 juta yang harus dibayar 12 bulan lagi, kamu bisa menyisihkan Rp100.000 setiap bulan.
Dengan cara ini, beban pembayaran tidak menumpuk ketika tanggal jatuh tempo tiba.
Baca Juga: Subang targetkan seluruh perangkat daerah wajib pakai kartu kredit pemerintah pada 2027
Artikel Terkait
Transformasi digital IFG catat 500 ribu pengguna, One by IFG perluas akses layanan keuangan terintegrasi
Polisi bongkar korupsi dana bantuan keuangan desa di Subang, mantan Kades pakai uang negara untuk bayar utang pribadi
AFTECH, Easycash dan IARFC luncurkan MOJANG, modul literasi keuangan untuk Gen Z dan Milenial
Merger 15 asuransi BUMN jadi 3 entitas, strategi perkuat permodalan dan daya saing industri keuangan nasional
Asuransi bukan investasi, IFG ingatkan pentingnya literasi keuangan bagi konsumen
Mahasiswa diajak jadi agen perubahan, asuransi Astra dorong literasi keuangan lewat ACTION
Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan yang baru pengganti Purbaya Yudhi Sadewa