Boy menuturkan, ayahnya merupakan sosok yang berjuang keras sejak kecil dan tak menyerah meski menjadi yatim di usia 11 tahun.
“Karena keuletan dan integritasnya, beliau bisa dipercaya dan berhasil mendidik anak-anaknya dengan baik,” ucapnya.
Masjid At-Thohir, warisan spirit kemanusiaan
Boy menambahkan, pembangunan Masjid At-Thohir menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai yang ditanamkan oleh ayahnya, yakni kerja keras yang dibarengi kepedulian sosial dan spiritual.
“Sebisa mungkin kami berkontribusi untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkapnya.
“Yang penting bukan hanya hebat di bisnis, tapi juga dalam memanusiakan manusia. Harus seimbang antara urusan dunia dan spiritual,” tutupnya.***