GENMILENIAL.ID - Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono atau akrab disapa SBY, menyoroti suara negatif yang disampaikan sebagian warga RI yang cemas atau khawatir usai peluncuran Daya Anagata Nusantara (Danantara).
SBY meminta kepada para pengurus Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membuktikan kecemasan warga RI itu tidak akan terjadi di masa mendatang.
"Terhadap suara rakyat seperti itu justru mesti membuat para pengelola Danantara tertantang dan mesti pula membuktikan bahwa kecemasan rakyat itu tak akan terjadi," ungkap SBY melalui akun X resmi @SBYudhoyono, pada Senin, 3 Maret 2025.
Terkhusus, kehadiran Danantara yang dinilai SBY kini menuai sorotan khusus dari kalangan warga RI selaku ekonom, pengamat, hingga politisi.
SBY menyebut suara negatif itu muncul dari warga RI yang mempertanyakan terkait tata kelola Danantara.
Sejumlah pihak menyangsikan transparansi dan akuntabilitas dari lembaga investasi baru ini.
Selain itu, muncul pula kekhawatiran potensi konflik kepentingan serta keterlibatan politik yang tidak semestinya dalam pengelolaan BPI Danantara.
Padahal menurut SBY, Prabowo mempunyai niat dan tujuan baik dalam pembentukan lembaga investasi ini. Keberadaan Danantara diharapkan bisa memperkuat investasi nasional.
"Saya berpendapat, kesangsian dan kecemasan sebagian kalangan ini mesti dilihat dari kacamata yang positif," terang SBY.
"Artinya, mereka tidak ingin Danantara yang bertujuan mulia ini gagal dan tidak mencapai tujuannya," tandasnya.
Bagi yang belum tahu, Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan BPI Danantara di Istana Kepresidenan Jakarta, pada 24 Februari 2025 lalu.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menunjuk Rosan Roeslani sebagai Kepala Danantara, diikuti Erick Thohir selaku Ketua Dewan Pengawas (Dewas), dan Muliaman Hadad sebagai Wakil Ketua Dewas.***
Artikel Terkait
Danantara kelola Rp300 triliun uang hasil efisiensi, Prabowo: Kita bertekad menjadi negara maju
Rosan Roeslani jadi CEO Danantara saat masih menjabat Menteri Investasi, sebut sebagai terobosan baru seperti UEA
Danantara resmi diluncurkan, Firnando H Ganinduto optimistis investasi naik signifikan
Alasan Presiden Prabowo mengajak para mantan Presiden mengawasi Danantara: Dijaga figur yang cinta Indonesia
Tepis isu Danantara kebal hukum, Rosan Roeslani persilakan KPK dan BPK untuk mengaudit jika bermasalah
Masuk top 8 SWF dengan aset terbesar di dunia, Danantara bakal kelola aset negara RI Rp300 triliun hasil efisiensi anggaran
Danantara resmi berdiri, bagaimana nasib LPI Indonesia? intip banding-banding lembaga investasi era Prabowo vs Jokowi