Baca Juga: Persib tumbangkan Persija 2-1, ribuan bobotoh Subang pecah dalam nobar penuh euforia
Pemantapan teknis dan kolaborasi perangkat daerah
Kontingen Subang direncanakan melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepala daerah, sekretaris daerah, jajaran OPD, hingga pasukan budaya seperti ponggawa dan pemanah.
Agus menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam ajang tersebut.
“Ini bukan sekadar seremoni, tapi representasi budaya Subang di hadapan Jawa Barat. Karena itu, semua harus dipersiapkan dengan matang dan saling mendukung,” tegasnya.
Selain konsep cerita, aspek teknis seperti kostum, alur penampilan, hingga kekompakan peserta menjadi perhatian utama dalam briefing tersebut. Seluruh perangkat daerah diminta berkolaborasi aktif guna memastikan setiap detail berjalan sesuai rencana.
Baca Juga: Pemotor hadang dan tendang ambulans di Depok ditangkap polisi usai viral
Dalam kesempatan yang sama, briefing juga membahas agenda lain, yakni persiapan pelaksanaan kegiatan ABPEDNAS di Ciater. Namun, fokus utama tetap diarahkan pada kesiapan Pawai Tatar Sunda sebagai agenda terdekat.
Melalui persiapan yang matang, Kabupaten Subang optimistis dapat tampil maksimal dan memperkuat citra sebagai daerah yang kaya akan sejarah dan budaya.***
Artikel Terkait
Berburu kuliner, mengenal ragam kelezatan makanan masyarakat sunda
Dedi Mulyadi jelaskan filosofi logo baru RSUD Welas Asih: Asmaul Husna hingga nilai sunda
Subang tampilkan UMKM unggulan dan budaya lokal di Sunda Karsa Fest 2025
Melestarikan budaya Sunda di tengah Car Free Day Lembur Pakuan Subang
Meriah, HUT Subang ke-78 hadirkan harmoni budaya Sunda, dari lomba merias gerbang hingga pesta rakyat
Ribuan warga padati Alun-Alun, wayang golek bukti kecintaan masyarakat Subang pada budaya Sunda
Suara perempuan Subang menggema di Jawa Barat, panggung budaya jadi ajang pembuktian