GENMILENIAL.ID – Pemerintah Kabupaten Subang menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan pelestarian budaya lokal melalui keikutsertaan dalam Sunda Karsa Fest 2025 atau Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) yang digelar di Trans Convention Center, Kota Bandung, Jumat, 18 Juli 2025.
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, bersama Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi hadir langsung dalam ajang bergengsi tahunan yang diikuti oleh seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Event yang digagas oleh Dekranasda Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Bank Indonesia ini menjadi panggung strategis bagi Subang untuk menampilkan potensi unggulan daerah, khususnya sektor UMKM dan kekayaan budaya lokal.
Baca Juga: MK tolak permohonan naikkan syarat pendidikan Capres-Cawapres, tetap minimal lulusan SMA
Bupati Subang menyampaikan, partisipasi dalam Sunda Karsa Fest bukan hanya soal eksistensi di tingkat provinsi, tetapi bagian dari langkah konkret untuk mengangkat derajat pelaku UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk internasional.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi lokal. Dengan membawanya ke level provinsi dan nasional, kita sedang membuka pintu pasar yang lebih besar bagi mereka,” ujar Kang Rey.
Dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Subang menghadirkan beragam produk unggulan seperti kerajinan tangan, batik Subang, olahan pangan lokal, serta produk kreatif yang telah dikembangkan melalui pembinaan Dekranasda dan kolaborasi dengan berbagai mitra.
Baca Juga: Connie Francis meninggal dunia di usia 87 tahun, lagu viral di TikTok tinggalkan warisan abadi
Wakil Bupati Subang beserta Ketua TP PKK Kabupaten Subang juga turut berpartisipasi dalam fashion show mengenakan busana khas daerah, sebagai bentuk promosi budaya Subang di mata publik Jawa Barat.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Muhamad Nur, menekankan pentingnya sinergi antara ekonomi kreatif, ekonomi syariah berbasis komunitas, dan digitalisasi.
Ia menyebut integrasi antara potensi budaya lokal dengan ekosistem UMKM akan menjadi kekuatan utama pembangunan daerah.
“Tidak cukup hanya produk. Kita harus dorong juga cerita di balik produk itu—kisah budaya, tradisi, dan nilai lokal yang melekat di setiap karya UMKM,” ujar Muhamad Nur.
Baca Juga: KPK soroti pentingnya pencegahan korupsi, Roadshow Antikorupsi 2025 singgah di Subang
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sambutannya menyebut bahwa kemajuan suatu daerah tidak bisa hanya bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam, melainkan harus diimbangi dengan penguatan budaya.
Artikel Terkait
IFG dukung Askrindo lindungi aset 10.000 UMKM mitra Alfamart
Forum BUMDES Subang dorong pemberdayaan lewat beasiswa, BPJS Kesehatan, stunting, dan UMKM
Grab Indonesia khawatirkan wacana driver jadi karyawan: UMKM bisa terimbas
Menteri UMKM Maman Abdurrahman tegaskan tak ada uang negara untuk perjalanan istri ke Eropa
Subang tuan rumah Kejuaraan Taekwondo 5 Provinsi 2026, ARD: Ini kehormatan dan angin segar untuk UMKM
Kelestarian air panas Ciater terancam, Bupati Subang siapkan pembongkaran 300 vila liar di kawasan hutan lindung
DPRD Subang sahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024, tegaskan komitmen transparansi dan pembangunan berkelanjutan