Puasa Arafah dilaksanakan 5 Juni 2025, ini 3 keutamaannya bagi umat muslim

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Kamis, 5 Juni 2025 | 11:01 WIB
Ilustrasi orang yang sedang berdoa (Unsplash/masjidmpd)
Ilustrasi orang yang sedang berdoa (Unsplash/masjidmpd)

GENMILENIAL.ID - Para jemaah haji dari seluruh dunia saat ini tengah bersiap melaksanakan wukuf di Arafah, yang merupakan puncak ibadah haji.

Wukuf di Arafah jatuh pada 9 Zulhijjah, dan tahun ini bertepatan dengan Kamis, 5 Juni 2025.

Bagi umat muslim yang tidak menunaikan ibadah haji, disunnahkan menjalankan puasa Arafah pada hari tersebut.

Ibadah sunnah ini hanya datang setahun sekali dan memiliki keutamaan besar sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadis.

Baca Juga: Anak pencipta lagu 'Nuansa Bening' ikut buka suara soal polemik royalti dengan Vidi Aldiano

1. Diampuni dosa setahun lalu dan setahun akan datang

Rasulullah SAW bersabda: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).

Mayoritas ulama menyatakan bahwa pengampunan ini berlaku untuk dosa-dosa kecil selama setahun ke belakang dan setahun ke depan.

2. Pembebasan dari api neraka

Hari Arafah juga disebut sebagai hari terbanyak Allah SWT membebaskan hamba-Nya dari api neraka.

Baca Juga: Polemik lagu nuansa bening, pihak Keenan Nasution soroti royalti hingga etika penyanyi

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan:
“Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?’”

3. Waktu mustajab untuk berdoa

Hari Arafah dikenal sebagai salah satu waktu terbaik untuk berdoa. Rasulullah bersabda:
“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah: ‘Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir.’” (HR Tirmidzi)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X