Peserta diskusi dari unsur masyarakat yang peduli pada pentingnya Tuan Guru diusulkan sebagai pahlawan nasional tersebut berencana akan membuat diskusi terpumpun secara berkala.
“Kita berharap diskusi awal ini akan memperkaya studi-studi terkait Tuan Guru Abdullah bin Qadi Abdussalam dan terkait pengusulan beliau sebagai pahlawan nasional membutuhkan sinergi dari semua pihak,” pungkas Husain Ali.
Diskusi dihadiri oleh masyarakat dari berbagai unsur seperti kalangan Akademisi, yakni Idris Sudin (Rektor Universitas Nuku), Irfan Ahmad (sejarawan Universitas Khairun), dan Aji Deni (pakar politik Universitas Muhammadiyah Maluku Utara/UMMU).
Selain itu juga hadir pejabat pemerintah yakni Salahuddin Adrias (Wakil Walikota Tidore 2005-2010), Zulkifli Ohorella (Kepala Bagian Pemerintahan Pemkot Tidore), Husain Ali (Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan Pemda Halmahera Tengah), dan Marwan Polisiri (Kepala Dinas Nakertrans Maluku Utara).
Baca Juga: Prabowo ungkap 4.000 anak muda Mesir geluti pencak silat, harap bisa jadi cabor resmi
Selain itu juga hadir Masyhuri Chalid (Kabid Fipra Bapelitbang Halmahera Tengah) dan Jauhar Jainuddin (salah satu Kabid di Dinas Sosial Pemkot Tidore).
Sedangkan dari Afrika Selatan hadir warga negara Afrika Selatan keturunan Indonesia, yakni Syekh Muttaqin Raqiep yang merupakan generasi kelima keturunan Tuan Guru di Afrika Selatan. ***
Artikel Terkait
Dr. Imran hadiri opening ceremony MTQ ke-38 tingkat Provinsi Jawa Barat
Ketua DPD RI paparkan tiga tantangan yang dihadapi bangsa-bangsa dan tiga modal yang dimiliki Indonesia menuju negara yang kuat
Peringati Maulid Nabi, DKM Mesjid Nurul Firdaus Jalancagak Subang gelar tabligh akbar
Raih juara kompetisi essay, sosok gadis belia membuka mata kita tentang pemandangan laut yang keruh menjadi indah
Konferensi Mufasir Muhammadiyah Kedua akan digelar di Jakarta, ini tanggal dan rangkaian acaranya
Konferensi Mufasir Muhammadiyah II, Abdul Mu'ti: Al-Qur’an sebagai pedoman dinamis bagi kehidupan
Prabowo sebut Indonesia dan Mesir miliki kesamaan memandang Islam moderat: Junjung tinggi toleransi dan perdamaian