Konferensi Mufasir Muhammadiyah II, Abdul Mu'ti: Al-Qur’an sebagai pedoman dinamis bagi kehidupan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 14 Desember 2024 | 14:45 WIB
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti bersama Prof Quraish Shihab berikan pemaparan materi pada Konferensi Mufasir Muhamadiyah II di UHAMKA, Jumat 13 Desember 2024
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti bersama Prof Quraish Shihab berikan pemaparan materi pada Konferensi Mufasir Muhamadiyah II di UHAMKA, Jumat 13 Desember 2024

GENMILENIAL.ID - Dalam Konferensi Mufasir Muhamadiyah II, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti memaparkan gagasanya tentang pendekatan tafsir transformatif di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA), Jumat 13 Desember 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Mu'ti juga menekankan bahwa Al Quran tidak sekedar menjadi 'petunjuk untuk hidup' (guide for living), melainkan 'petunjuk yang senantiasa hidup' (living guide) yang bersifat dinamis dan relevan sepanjang zaman.

“Dalam pembahasan maqasid, Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia, maka harus dipahami oleh seluruh manusia," kata Abdul Mu'ti

"Karena petunjuk ini bersifat open, menenangkan spiritual, namun tidak sekadar guide for living, melainkan living guide,” sambungnya.

Baca Juga: Budi Said dituntut 16 tahun penjara dan bayar uang pengganti Rp1,08 triliun di kasus transaksi emas

Mu’ti juga menjelaskan bahwa pemahaman ini mengharuskan umat Islam untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan yang selalu hidup dan dinamis sesuai kebutuhan zaman.

Menurutnya, tantangan modernisasi sering kali mengarah pada upaya rasionalisasi atau saintifikasi Al-Qur’an yang kadang tidak terbukti secara empiris. Namun, ia menegaskan bahwa hal ini tidak menjadikan Al-Qur’an keliru.

“Banyak yang mencoba rasionalisasi atau sainstifikasi Al-Qur’an, jika dilakukan tidak terbukti apa yang disebutkan Al-Qur’an. Lalu apakah Al-Qur’an salah? Kalau jejak arkeologis tidak ditemukan, apakah Nabi Adam tidak ada? Inilah kelemahan saintifikasi Al-Qur’an,” kata Mu'ti.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI itu kemudian mencontohkan pendekatan tafsir transformatif yang telah dirintis oleh pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.

Baca Juga: Mengintip awal mula pertemuan Prabowo dengan Bobby Kertanegara, kucing lucu dan menggemaskan yang dapat penghargaan Google

Tafsir Al-Ma’un, menurutnya, menjadi landasan bagi gerakan sosial seperti pendirian rumah sakit dan panti asuhan.

Ia juga menyoroti relevansi tafsir tersebut dalam menciptakan kemajuan pendidikan yang bermutu untuk membangun bangsa yang beriman dan berilmu.

Abdul Mu’ti juga menyoroti ayat-ayat Al-Qur’an yang menginspirasi inovasi teknologi dan kemajuan transportasi.

Ia mencontohkan perintah memperhatikan burung-burung yang terbang sebagai inspirasi untuk menciptakan kendaraan udara modern.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X