“Perintah menjelajahi dunia memerintahkan kita untuk membuat alat transportasi yang canggih,” ujarnya.
Melalui pendekatan tafsir transformatif, Abdul Mu’ti berharap Al-Qur’an dapat menjadi daya penggerak kemajuan umat dalam aspek material maupun spiritual.
“Kemakmuran material tidak cukup untuk mencapai kemajuan, melainkan harus dengan kemakmuran material dan spiritual,” pungkasnya.
Dalam konferensi Mufasir Muhamadiyah II tersebut, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa peran tafsir Al-Qur’an tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga aplikatif, menjawab kebutuhan masyarakat di era modern tanpa kehilangan nilai-nilai universalnya.***
Artikel Terkait
Universitas Muhammadiyah Jakarta jadi tuan rumah Konferensi Penyiaran Indonesia 2024
Milad ke-112, Prabowo sebut Muhammadiyah berhasil mendidik dan membesarkan kader
PBNU: Muhammadiyah telah menciptakan kemakmuran untuk bangsa
Uskup Agung Kupang: Kehadiran Muhammadiyah miliki pengaruh besar bagi bangsa
Muhammadiyah siapkan beasiswa Kader Sarjana Wirausaha
Konferensi Mufasir Muhammadiyah Kedua akan digelar di Jakarta, ini tanggal dan rangkaian acaranya
Milad ke-106, Wamen Dikdasmen kenang perjuangan Buya Syafi'i Ma'arif bangun Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah