Kepastian tersebut dinilai penting karena keberadaan manajer tidak akan memberikan dampak maksimal apabila belum diikuti dengan penempatan, sistem operasional dan aktivitas bisnis yang jelas.
Baca Juga: Relokasi pipa JDU di Pasirkareumbi, 10 wilayah Subang berpotensi alami gangguan air bersih
Gedung berdiri, biaya modal terus berjalan
Di sisi lain, pembangunan fisik KDKMP juga terus berjalan. Pada Maret 2026, Agrinas melaporkan sebanyak 32.660 gerai sedang dibangun, sementara 2.700 gerai telah rampung 100 persen.
Pemerintah juga menargetkan pembangunan fisik terus dipercepat. Namun, pembangunan gerai tersebut tetap berkaitan dengan kebutuhan pembiayaan dan biaya modal.
Dalam skema pembiayaan yang disiapkan pemerintah, bank dapat memberikan pembiayaan hingga maksimal Rp3 miliar per unit. Tingkat bunga, margin atau bagi hasil ditetapkan sebesar 6 persen per tahun dengan tenor 72 bulan.
Baca Juga: Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan yang baru pengganti Purbaya Yudhi Sadewa
Terdapat pula masa tenggang atau grace period selama enam bulan atau paling lama 12 bulan untuk pembayaran angsuran pokok dan bunga, margin atau bagi hasil.
Kondisi tersebut membuat kecepatan mengubah aset menjadi aktivitas bisnis menjadi perhatian. Semakin lama aset yang telah selesai dibangun tidak produktif, semakin lama pula modal yang telah dikeluarkan belum menghasilkan pendapatan.
“Dalam bisnis sederhana saja, begitu investasi sudah keluar, aset harus secepat mungkin menghasilkan revenue. Kalau gedung sudah berdiri tetapi belum berjualan, manajer sudah direkrut tetapi belum bekerja, sementara biaya modal terus berjalan, ya ini tidak sehat. Bahasa sederhananya: bisa boncos sebelum bisnisnya benar-benar dimulai,” kata Agus.
Menurut Agus, pembangunan fisik idealnya berjalan paralel dengan kesiapan operasional. Ketika sebuah gerai selesai dibangun, manajer dapat segera masuk, sistem teknologi informasi aktif, pemasok mulai bekerja, barang tersedia dan transaksi dapat dimulai.
Dengan pola tersebut, gerai yang telah selesai tidak hanya menjadi aset fisik, tetapi juga segera menghasilkan aktivitas ekonomi dan revenue.
KDKMP harus masuk fase bisnis
Agus menilai KDKMP kini perlu mulai bergeser dari fokus pembangunan menuju fase operasional dan bisnis.
Artikel Terkait
Puluhan cator dibagikan, Kodim 0605 Subang percepat operasional Koperasi Desa Merah Putih
Kemhan beberkan kronologi 5 calon manajer KDKMP-KNMP yang meninggal dunia: Henti jantung hingga TBC
Apa sebenarnya tujuan latsarmil? Latihan dasar militer yang dinilai wajib diikuti calon manajer Kopdes-KNMP
Di balik kontroversi latsarmil manajer Kopdes, ada anggaran latihan yang angkanya capai Rp30 juta per orang
Kopdes Merah Putih dibayangi isu pengadaan kipas angin Rp1,8 triliun, sang menteri koperasi malah ngaku tak tahu
Kukuhkan pengurus asosiasi KDKMP Banyuwangi, M. Qodari dorong akselerasi koperasi hingga tingkat nasional
Kronologi Kopdes Cilacap yang belum operasi tapi dipakai main badminton: Dari respons pihak desa hingga Menkop