Tak ada alarm peringatan, penumpang selamat ungkap detik-detik kapal Virgo Transport 8 tiba-tiba miring: Mereka masih tidur

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 14 September 2026 | 16:18 WIB
Kapal Virgo Transport 8 tiba-tiba miring dan tidak ada alarm peringatan saat akan tenggelam (Instagram/bpkpalm.21- Threads/dendyprasetyoo)
Kapal Virgo Transport 8 tiba-tiba miring dan tidak ada alarm peringatan saat akan tenggelam (Instagram/bpkpalm.21- Threads/dendyprasetyoo)

GENMILENIAL.ID — Kesaksian penumpang selamat mengungkap detik-detik menegangkan saat kapal Virgo Transport 8 tiba-tiba miring hingga akhirnya tenggelam di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026.

Salah satu penumpang selamat bernama Faisal menceritakan kondisi panik yang terjadi ketika kapal mulai mengalami kemiringan.

Menurutnya, sejumlah penumpang langsung berusaha menyelamatkan diri dengan terjun ke laut, sementara sebagian lainnya masih berada di dalam kapal.

Hingga Senin, 14 September 2026, proses pencarian terhadap penumpang kapal tersebut masih dilakukan.

Baca Juga: Bencana longsor landa wilayah Aceh Tengah, 4 rumah warga rusak, akses jembatan lumpuh

Basarnas telah mengevakuasi 114 orang, dengan enam di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, pencarian terhadap 129 orang lainnya masih berlangsung.

Kapal tiba-tiba miring, penumpang panik

Faisal mengatakan kapal Virgo Transport 8 mulai mengalami kemiringan setelah lewat tengah malam. Kondisi tersebut membuat kepanikan terjadi di antara para penumpang.

Ia kemudian berusaha menuju bagian atas kapal ketika kapal mulai miring. Dalam situasi tersebut, sejumlah orang memilih terjun ke laut untuk menyelamatkan diri.

“Kapal mulai miring, saya naik ke atas dan orang-orang terjun ke laut karena panik kan. Kapal miring, miring sampai akhirnya dia terbalik,” ujar Faisal kepada awak media, dikutip pada Senin, 14 September 2026.

Baca Juga: Kisah penumpang yang selamat saat tragedi KM Virgo: Berlayar demi interview kerja, kapalnya oleng di lautan

Faisal mengaku terus mengikuti pergerakan kapal hingga dirinya berada di bagian atas kapal. Dari posisi tersebut, ia melihat sejumlah orang meminta pertolongan.

Namun, kondisi yang serba darurat membuat dirinya tidak dapat banyak membantu penumpang lain karena dirinya sendiri juga membutuhkan pertolongan.

“Saya ngikutin kapal, kapal miring, saya naik sampai saya di atas kapal. Jadi kapal, saya ada di atasnya. Saya lihat orang minta tolong, tapi gimana mau menolong? Kita juga butuh pertolongan,” lanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X