Berdasarkan data PEFINDO, total aset Bank BJB mencapai Rp228,25 triliun pada Juni 2026. Total kredit bruto tercatat Rp140,37 triliun, sedangkan ekuitas perseroan mencapai Rp19,77 triliun.
Rasio kecukupan modal berbasis risiko atau risk-weighted capital adequacy ratio tercatat sebesar 18,7 persen. Adapun rasio kredit terhadap dana pihak ketiga berada pada level 87,2 persen.
Baca Juga: Viral sopir TransJakarta Monas-Pulogadung diduga ugal-ugalan hingga bikin penumpang terjatuh
Dengan peringkat idAA-, Bank BJB masih memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang dibandingkan perusahaan lain di Indonesia.
Namun, tanda minus menunjukkan posisi peringkat tersebut relatif lebih lemah dalam kategori idAA.
PEFINDO masih membuka peluang kenaikan peringkat apabila Bank BJB mampu memperkuat profil keuangannya secara substansial dan berkelanjutan, terutama dalam memperbaiki kualitas aset.
Sebaliknya, peringkat dapat kembali diturunkan apabila terjadi pelemahan material dan berkelanjutan pada profil bisnis, kualitas aset, permodalan, ataupun profitabilitas perseroan.***
Artikel Terkait
Kredit UMKM mandek di Oktober 2025, Bank Indonesia beberkan 3 faktor utama
Usai bermain golf, Dirut BJB wafat: Pakar hukum minta dugaan kejanggalan diusut tuntas
3 Eks pejabat BTN Tangsel didakwa korupsi KUR fiktif Rp13,9 miliar, dana kredit disebut dipakai judi online
JPU tuntut 10 tahun penjara mantan dirut Bank BJB, terungkap kredit Sritex diduga langgar prosedur
JPU tuntut 3 mantan pejabat Bank BJB di kasus Sritex, eks dirut terancam 10 tahun penjara
Dana Rp2,8 miliar diduga tak masuk sistem BSI Anambas, terungkap saat nasabah ajukan kredit lagi
Kasus dugaan korupsi kredit Bank BJB: Ajukan dengan dokumen fiktif hingga kerugian negara mencapai Rp8,7 miliar