Harris Turino angkat bicara soal rencana redenominasi rupiah, pastikan kawal momentum pelaksanaan kebijakan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 11 November 2025 | 17:27 WIB
Anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino, tanggapi rencana Menkeu Purbaya untuk redenominasi rupiah (Instagram/harristurino)
Anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino, tanggapi rencana Menkeu Purbaya untuk redenominasi rupiah (Instagram/harristurino)

Harris mengingatkan bahwa dampak jangka pendek redenominasi tidak bisa dihindari, seperti munculnya money illusion, di mana masyarakat menganggap harga naik hanya karena perubahan format angka.

Fenomena ini berpotensi menimbulkan pembulatan harga ke atas, terutama di sektor UMKM yang masih mencatat manual.

Selain itu, biaya penyesuaian sistem di dunia usaha, perbankan, dan e-commerce juga besar karena melibatkan pembaruan sistem, label harga, invoice, dan kontrak.

Baca Juga: Terendus di tengah malam, dua pengedar sabu di Subang ditangkap dengan barang bukti 29,11 gram

“Bagi pemerintah, masa transisi juga memerlukan biaya logistik besar—pencetakan uang, edukasi publik, pembaruan ATM, hingga pengawasan harga,” jelas Harris.

Manfaat jangka panjang: Modernisasi dan efisiensi

Meski penuh tantangan, redenominasi memiliki manfaat jangka panjang:

  1. Memperkuat persepsi stabilitas rupiah dan meningkatkan kredibilitas moneter.
  2. Meningkatkan efisiensi sistem pembayaran karena penyederhanaan digit menurunkan risiko kesalahan.
  3. Menyederhanakan pelaporan keuangan di sektor publik dan swasta.
  4. Meningkatkan literasi harga dan kepercayaan publik terhadap rupiah.

Baca Juga: Proyek Monumen Reog diincar KPK, Bupati Ponorogo sempat sebut pembangunan untuk wisata dan ekonomi daerah

Momentum harus dikelola dengan hati-hati

Harris menilai momentum redenominasi harus ditentukan dengan hati-hati, mengingat ketidakpastian global, perang dagang, dan fluktuasi harga komoditas.

“Kerangka hukum perlu disiapkan sekarang, tetapi tanggal implementasi harus bergantung pada stabilitas inflasi dan kesiapan sistem,” paparnya.

Ia menegaskan, redenominasi tidak boleh menjadi 'proyek kosmetik' atau simbol stabilitas semu, tetapi bagian dari modernisasi ekonomi nasional yang strategis.

“Daya beli masyarakat ditentukan oleh inflasi dan produktivitas, bukan jumlah nolnya. Kalau fondasinya kuat, redenominasi bisa meningkatkan efisiensi dan kenyamanan publik,” tutupnya.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X