Ia juga menambahkan bahwa China siap terus bekerja sama dengan Indonesia dalam menjaga operasional proyek tersebut agar aman dan berkelanjutan.
Restrukturisasi utang dan negosiasi ke China
Sementara itu, pihak Danantara selaku operator proyek menyatakan tengah menyiapkan negosiasi ke China untuk membahas restrukturisasi utang dengan tenor pembayaran hingga 40 tahun. Kesepakatan baru ditargetkan rampung tahun ini.
Mahfud MD menegaskan agar pemerintah tidak hanya fokus pada restrukturisasi utang, tetapi juga memastikan adanya transfer teknologi dan kemandirian tenaga kerja Indonesia dalam proyek strategis nasional tersebut.
“Kalau investasi asing besar tapi kendalinya tetap di tangan mereka, kita hanya jadi penonton di negeri sendiri,” pungkas Mahfud.***
Artikel Terkait
China siap lanjutkan kerja sama dengan Indonesia dalam proyek Whoosh, klaim bantu perekonomian dan lapangan kerja
Isu 'perang dingin' Purbaya vs Luhut di sidang kabinet: Dari utang Whoosh hingga debat family office
Mahfud MD bongkar dugaan mark up whoosh, KPK: Kami sudah bergerak kumpulkan data
Mahfud MD desak KPK selidiki dugaan korupsi proyek Whoosh: Tak perlu tunggu laporan
Rencana Whoosh buka rute ke Surabaya, AHY singgung benefit kawasan transit dan tantangan anggaran
Dugaan mark-up menguat, DPR desak audit forensik dan transparansi penuh proyek Whoosh
Danantara targetkan negosiasi utang Whoosh rampung 2025, Menkeu Purbaya tegaskan tak akan ikut ke China