Baca Juga: Menkeu Purbaya suntik Rp20 triliun ke BPJS kesehatan, tegaskan tak ada kenaikan iuran hingga 2026
Ia menyebut, pembahasan restrukturisasi utang sebaiknya dilakukan langsung antarperusahaan.
“Sebisa mungkin saya nggak ikut. Biar aja mereka selesaikan secara business to business. Kalau hasilnya bagus, top,” kata Menkeu Purbaya di kantor Kemenkeu, Jakarta.
Purbaya mengapresiasi langkah Danantara yang berupaya memperpanjang tenor pembayaran utang dari 40 tahun menjadi 60 tahun, yang dinilai sebagai strategi realistis dalam menjaga keberlanjutan proyek.
Baca Juga: KDM ancam tak perpanjang izin Aqua, soroti truk pengangkut galon ODOL yang bikin jalan cepat rusak
Proyek strategis nasional di tengah sorotan
Proyek Whoosh menjadi sorotan publik setelah laporan keuangan menunjukkan beban utang jumbo yang menekan struktur pembiayaan.
Meski begitu, pemerintah dan Danantara tetap menegaskan bahwa keberadaan kereta cepat ini membawa manfaat ekonomi jangka panjang, terutama dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah dan efisiensi mobilitas.***
Artikel Terkait
Akar masalah proyek kereta cepat Whoosh: Dari skema Jepang ke China, jejak keputusan yang kini jadi beban publik
China siap lanjutkan kerja sama dengan Indonesia dalam proyek Whoosh, klaim bantu perekonomian dan lapangan kerja
Isu 'perang dingin' Purbaya vs Luhut di sidang kabinet: Dari utang Whoosh hingga debat family office
Mahfud MD bongkar dugaan mark up whoosh, KPK: Kami sudah bergerak kumpulkan data
Mahfud MD desak KPK selidiki dugaan korupsi proyek Whoosh: Tak perlu tunggu laporan
Rencana Whoosh buka rute ke Surabaya, AHY singgung benefit kawasan transit dan tantangan anggaran
Dugaan mark-up menguat, DPR desak audit forensik dan transparansi penuh proyek Whoosh