KDM ancam tak perpanjang izin Aqua, soroti truk pengangkut galon ODOL yang bikin jalan cepat rusak

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 24 Oktober 2025 | 14:56 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM saat sidak ke pabrik Aqua di Subang (Youtube.com/Kang Dedi Mulyadi Channel)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM saat sidak ke pabrik Aqua di Subang (Youtube.com/Kang Dedi Mulyadi Channel)

GENMILENIAL.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) melayangkan peringatan keras kepada PT Tirta Investama (Aqua) terkait armada pengangkut galon yang dinilai melebihi kapasitas (ODOL/over dimension over loading).

Dalam sidaknya ke pabrik Aqua di Subang, KDM menegaskan akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur dan bahkan tidak akan memperpanjang izin pengambilan air tanah jika peringatan itu diabaikan.

Menurut KDM, truk-truk pengangkut produk Aqua berkontribusi besar terhadap percepatan kerusakan jalan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Momentum Hari Santri, Badan Wakaf As-Syifa gerakkan literasi Qur’an: 555 mushaf disalurkan untuk pelajar, lansia, dan majelis taklim

Selain membahayakan sopir dan pengguna jalan lainnya, kondisi kendaraan yang sudah tua dan kelebihan muatan disebutnya menjadi sumber masalah utama.

“Mobil yang ngantri itu mobil Bapak semua tiap hari, bobotnya tinggi-tinggi dan sudah memakan tiga korban karena rem blong,” ujar KDM dalam video sidak yang diunggah di kanal YouTube miliknya, Jumat, 24 Oktober 2025.

KDM: Ganti ke kendaraan sumbu dua atau izin tak diperpanjang

Dalam pertemuan itu, KDM menegaskan agar Aqua segera menyesuaikan armada distribusinya menjadi kendaraan sumbu dua.

Meski truk tersebut merupakan milik pihak distributor, KDM menilai perusahaan tetap memiliki kewenangan penuh untuk mengatur dan mengawasi mitra logistiknya.

Baca Juga: Wabup Subang dorong transformasi digital pengadaan barang dan jasa lewat Katalog Elektronik versi 6

“Bapak punya kewenangan untuk mewajibkan semua distributor menggunakan mobil sumbu dua. Kalau nggak, putus kontraknya,” tegas KDM.

Jalan rusak, pemerintah tak ingin 'bangun untuk dihancurkan'

KDM juga mengungkapkan kekesalannya karena jalan yang baru diperbaiki kembali rusak akibat kendaraan berat.

Ia menegaskan, pemerintah provinsi tidak akan menoleransi aktivitas distribusi yang justru menggerus hasil pembangunan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X