GENMILENIAL.ID – Kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan dana Rp200 triliun ke bank-bank Himbara memunculkan dinamika baru di publik.
Bahkan pengacara kondang Hotman Paris ikut bersuara karena merasa dirugikan akibat turunnya bunga deposito.
Dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin, 22 September 2025, Purbaya justru menilai keluhan Hotman sebagai salah satu indikator keberhasilan strategi ekonomi yang ia jalankan.
Baca Juga: Menkeu Purbaya sentil pihak ragukan data pertumbuhan ekonomi 5,12 persen dari BPS
“Hotman Paris protes waktu perpanjang depositonya, bunganya turun, dia jadi rugi. Itu tujuan saya. Biar dia belanja lagi, ekonomi jalan,” kata Purbaya.
Keluhan Hotman Paris
Melalui akun Instagram @hotmanparisofficial, Hotman menilai kebijakan Rp200 triliun membuat bank pemerintah 'kebanyakan duit' sehingga menurunkan bunga deposito.
“Karena kebanyakan duit maka dia tidak butuh lagi duit kamu. Ataupun kalau butuh, bunganya dikurangi,” ucap Hotman.
Ia mengaku sejak awal sudah memperkirakan bunga deposito akan turun begitu pemerintah mengumumkan kebijakan tersebut.
Baca Juga: Curhat Mentan Amran saat dipanggil Prabowo tengah malam soal larangan impor tepung tapioka
Skema penempatan dana
Dana Rp200 triliun dialokasikan ke bank BUMN: Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing Rp55 triliun, BTN Rp25 triliun, serta BSI Rp10 triliun.
Penempatan dilakukan dalam bentuk deposito on call tanpa lelang, dengan bunga 80,476 persen dari BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR).
Artikel Terkait
Polemik cukai rokok tinggi, pengamat nilai langkah Purbaya penting untuk penyerapan lapangan kerja
Buramnya nasib tax amnesty, Menkeu Purbaya tolak, serikat buruh ikut kecam
Koboi fiskal ala Purbaya: Likuiditas, deregulasi, dan ambisi RI tumbuh 8 persen
Coretax jadi taruhan Purbaya: Janji rampung 1 bulan usai catat 397 kasus error
Profil Anggito Abimanyu resmi jadi Ketua DK LPS gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya janji 'sikat' rantai rokok ilegal: Dari marketplace sampai warung kecil
Menkeu Purbaya sentil pihak ragukan data pertumbuhan ekonomi 5,12 persen dari BPS