Menurut Purbaya, langkah ini menekan perang bunga antar bank dan menurunkan biaya dana. “Bisa bunga pinjaman turun, bisa bunga deposito turun, yang jelas cost of money turun,” ujarnya.
Dampak ke ekonomi riil
Dengan likuiditas tambahan, bank diarahkan menyalurkan kredit ke sektor produktif, termasuk koperasi desa dan program pemerintah. Untuk skema tertentu, bunga pinjaman diturunkan hanya 2 persen.
Baca Juga: Purbaya janji 'sikat' rantai rokok ilegal: Dari marketplace sampai warung kecil
Purbaya menegaskan dana tersebut tidak akan ditarik dalam enam bulan, memberi kepastian bank untuk menyalurkan kredit.
Tak ganggu keuangan negara
Purbaya memastikan kebijakan ini tidak mengganggu posisi keuangan negara karena cadangan pemerintah di bank sentral masih lebih besar.
“Kalau mereka bisa salurin, ya salurkan. Kalau enggak bisa, ya ke program pemerintah. Mudah-mudahan ekonomi berjalan lebih cepat,” ucapnya.
Meski menuai protes dari kalangan tertentu, strategi Menkeu Purbaya menyalurkan Rp200 triliun ke Himbara dipandang sebagai langkah agresif mendorong kredit dan konsumsi di tengah perlambatan ekonomi.***
Artikel Terkait
Polemik cukai rokok tinggi, pengamat nilai langkah Purbaya penting untuk penyerapan lapangan kerja
Buramnya nasib tax amnesty, Menkeu Purbaya tolak, serikat buruh ikut kecam
Koboi fiskal ala Purbaya: Likuiditas, deregulasi, dan ambisi RI tumbuh 8 persen
Coretax jadi taruhan Purbaya: Janji rampung 1 bulan usai catat 397 kasus error
Profil Anggito Abimanyu resmi jadi Ketua DK LPS gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya janji 'sikat' rantai rokok ilegal: Dari marketplace sampai warung kecil
Menkeu Purbaya sentil pihak ragukan data pertumbuhan ekonomi 5,12 persen dari BPS