Memahami tarif perdagangan: Cara kerja, dampak, dan alasan negara menerapkannya

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 27 Agustus 2025 | 17:33 WIB
Ilustrasi tarif atau bea masuk yang merupakan pajak impor untuk mengubah harga di pasar perdagangan global (Unsplash.com/PortCallsAsia)
Ilustrasi tarif atau bea masuk yang merupakan pajak impor untuk mengubah harga di pasar perdagangan global (Unsplash.com/PortCallsAsia)

GENMILENIAL.ID – Tarif atau bea masuk adalah salah satu bentuk hambatan perdagangan yang membuat harga produk impor jadi lebih mahal dibanding produk dalam negeri.

Bentuknya biasanya berupa pajak atau bea yang dikenakan pada importir, lalu diteruskan ke konsumen.

Kebijakan ini sering dipakai pemerintah sebagai langkah proteksi dalam perdagangan internasional.

Sebagai contoh, pada Agustus 2025, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menetapkan tarif 35 persen untuk impor dari Kanada, serta 10 persen untuk sumber daya energi.

Baca Juga: Satgas Pangan ungkap produsen takut diperiksa, stok beras premium di ritel menipis

Kebijakan tersebut bagian dari reformasi besar-besaran di bidang tarif.

Menurut laporan Investopedia yang dikutip Rabu 27 Agustus 2025, penerapan tarif semacam ini tidak hanya terjadi di AS, tapi juga banyak digunakan dan dinegosiasikan di berbagai negara lain.

Apa itu tarif atau bea masuk?

Secara sederhana, tarif adalah pajak yang dibayarkan kepada otoritas kepabeanan negara yang mengenakan bea tersebut.

Meski terlihat seperti beban bagi negara pengekspor, pada akhirnya konsumen domestik yang menanggung harga lebih tinggi akibat tarif impor.

Baca Juga: XL Smart rugi Rp1,22 triliun di semester I-2025, padahal tahun lalu masih cuan Rp1,02 triliun

Produk luar negeri yang semula lebih murah bisa menjadi lebih mahal, dan jika produsen lokal juga memakai bahan baku impor, kenaikan harga akan ikut dirasakan konsumen.

“Sering kali barang dari luar negeri lebih murah karena biaya tenaga kerja atau modal yang rendah. Begitu tarif diberlakukan, harga naik, dan konsumen beralih ke produk lokal,” jelas Investopedia.

Kenapa negara menerapkan tarif?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X