GENMILENIAL.ID – Tarif atau bea masuk adalah salah satu bentuk hambatan perdagangan yang membuat harga produk impor jadi lebih mahal dibanding produk dalam negeri.
Bentuknya biasanya berupa pajak atau bea yang dikenakan pada importir, lalu diteruskan ke konsumen.
Kebijakan ini sering dipakai pemerintah sebagai langkah proteksi dalam perdagangan internasional.
Sebagai contoh, pada Agustus 2025, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menetapkan tarif 35 persen untuk impor dari Kanada, serta 10 persen untuk sumber daya energi.
Baca Juga: Satgas Pangan ungkap produsen takut diperiksa, stok beras premium di ritel menipis
Kebijakan tersebut bagian dari reformasi besar-besaran di bidang tarif.
Menurut laporan Investopedia yang dikutip Rabu 27 Agustus 2025, penerapan tarif semacam ini tidak hanya terjadi di AS, tapi juga banyak digunakan dan dinegosiasikan di berbagai negara lain.
Apa itu tarif atau bea masuk?
Secara sederhana, tarif adalah pajak yang dibayarkan kepada otoritas kepabeanan negara yang mengenakan bea tersebut.
Meski terlihat seperti beban bagi negara pengekspor, pada akhirnya konsumen domestik yang menanggung harga lebih tinggi akibat tarif impor.
Baca Juga: XL Smart rugi Rp1,22 triliun di semester I-2025, padahal tahun lalu masih cuan Rp1,02 triliun
Produk luar negeri yang semula lebih murah bisa menjadi lebih mahal, dan jika produsen lokal juga memakai bahan baku impor, kenaikan harga akan ikut dirasakan konsumen.
“Sering kali barang dari luar negeri lebih murah karena biaya tenaga kerja atau modal yang rendah. Begitu tarif diberlakukan, harga naik, dan konsumen beralih ke produk lokal,” jelas Investopedia.
Kenapa negara menerapkan tarif?
Artikel Terkait
Trump puji Prabowo usai kesepakatan penurunan tarif dagang RI-AS: Cerdas dan sangat populer
Filipina sepakati tarif dagang 19 persen dengan AS, ikuti jejak Indonesia
Perusahaan China ramai-ramai alihkan investasi ke Indonesia untuk hindari tarif tinggi AS
Saat India kena 50 persen tarif impor AS imbas beli pasokan minyak dari Rusia
Kesepakatan mangkrak, Jepang desak AS segera turunkan tarif impor mobil dan suku cadang
Trump ancam tarif 200 persen ke China, magnet tanah jarang jadi senjata baru perang dagang 2025
Sawit dan karet RI bebas tarif impor AS, Airlangga: Peluang besar ekspor ke Negeri Paman Sam