Perusahaan China ramai-ramai alihkan investasi ke Indonesia untuk hindari tarif tinggi AS

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 19:02 WIB
Ilustrasi - Perusahaan China beramai-ramai memindahkan investasi ke Indonesia (Unsplash/andylid0)
Ilustrasi - Perusahaan China beramai-ramai memindahkan investasi ke Indonesia (Unsplash/andylid0)

GENMILENIAL.ID – Indonesia tengah menjadi tujuan favorit baru bagi perusahaan-perusahaan asal China yang ingin menghindari tarif impor tinggi dari Amerika Serikat (AS).

Pendiri perusahaan konsultan lahan industri PT Yard Zeal Indonesia, Gao Xiaoyu, mengungkapkan lonjakan permintaan dari perusahaan China yang berencana memperluas operasi atau membangun pabrik di Tanah Air.

“Kami cukup sibuk akhir-akhir ini. Kami rapat dari pagi sampai malam,” ujarnya.

Baca Juga: Mensesneg sarankan pakaian merah putih untuk masyarakat yang hadiri upacara kemerdekaan di Istana Merdeka

Gao memulai bisnisnya pada 2021 dengan empat karyawan, dan kini jumlahnya telah bertambah menjadi lebih dari 40 orang.

Saat ini, tarif AS untuk barang asal Indonesia berada di kisaran 19 persen, setara dengan Malaysia, Filipina, dan Thailand, serta sedikit lebih rendah dari Vietnam yang dikenakan 20 persen.

Sebaliknya, produk dari China menghadapi tarif di atas 30 persen.

Dengan pasar domestik yang besar dan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 mencapai 5,12 persen, tertinggi dalam dua tahun terakhir, Indonesia dinilai memiliki daya saing yang kuat di kawasan.

Baca Juga: Pemda Subang pastikan pedagang terdampak penertiban di Ciater dapat bantuan penguatan ekonomi

“Jika kamu bisa membangun bisnis yang kuat di Indonesia, pada dasarnya kamu telah menguasai separuh pasar Asia Tenggara,” kata Zhang Chao, produsen lampu depan sepeda motor asal China yang telah memasarkan produknya di Indonesia.

Lonjakan minat investor asal Negeri Tirai Bambu turut mendongkrak harga properti industri dan gudang hingga 25 persen secara tahunan pada kuartal I 2025, kenaikan tercepat dalam dua dekade terakhir.

“Telepon, email, dan WeChat kami dipenuhi pelanggan baru. Kebetulan semuanya dari Tiongkok,” ujar Abednego Purnomo, Wakil Presiden Penjualan dan Pemasaran Subang Smartpolitan.

Menurut Country Head Bank of America untuk Indonesia, Mira Arifin, salah satu daya tarik utama Indonesia adalah ketersediaan talenta muda yang melimpah.

Baca Juga: Tak FOMO lagi, 4 kebiasaan liburan Gen Z yang mulai hilang di 2025

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X