“Pakaian, makanan, seni, dan sastra—itulah pilar peradaban. Jika semua ini tumbuh dari desa dan masyarakat, maka ekonomi daerah akan berputar dari bawah dan menjadi kuat,” kata Kang Dedi.
Subang pun menunjukkan keseriusannya dalam membangun kekuatan ekonomi berbasis kearifan lokal, yang tidak hanya menyentuh pasar, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas daerah.***
Artikel Terkait
IFG dukung Askrindo lindungi aset 10.000 UMKM mitra Alfamart
Forum BUMDES Subang dorong pemberdayaan lewat beasiswa, BPJS Kesehatan, stunting, dan UMKM
Grab Indonesia khawatirkan wacana driver jadi karyawan: UMKM bisa terimbas
Menteri UMKM Maman Abdurrahman tegaskan tak ada uang negara untuk perjalanan istri ke Eropa
Subang tuan rumah Kejuaraan Taekwondo 5 Provinsi 2026, ARD: Ini kehormatan dan angin segar untuk UMKM
Kelestarian air panas Ciater terancam, Bupati Subang siapkan pembongkaran 300 vila liar di kawasan hutan lindung
DPRD Subang sahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024, tegaskan komitmen transparansi dan pembangunan berkelanjutan