Wamendagri soroti kepala daerah gagap tradisi makan siang 2 lagu di retret IPDN: Banyak belum bisa menyesuaikan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 27 Juni 2025 | 01:27 WIB
Momen makan bersama kepala daerah dan Praja di IPDN saat retret gelombang II (Instagram/kemendagri)
Momen makan bersama kepala daerah dan Praja di IPDN saat retret gelombang II (Instagram/kemendagri)

GENMILENIAL.IDRetret kepala daerah Gelombang II yang digelar di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, memunculkan cerita menarik di luar forum serius. Salah satunya terkait kebiasaan makan siang yang hanya berdurasi dua lagu.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyebut, banyak kepala daerah yang belum terbiasa dengan pola makan yang ketat dan terpimpin di Menza IPDN, termasuk batasan waktu makan yang hanya sekitar dua lagu.

“Banyak yang belum bisa menyesuaikan. Begitu duduk di Menza, langsung nyamber pisang,” ungkap Bima Arya kepada awak media di IPDN, Minggu, 22 Juni 2025.

Baca Juga: Wamendagri tegaskan tak ada pulau bisa dimiliki penuh, klarifikasi isu penjualan pulau di Anambas

Menurutnya, tradisi makan di IPDN mengedepankan kedisiplinan dan kekompakan, sehingga seluruh peserta harus mengikuti komando saat makan bersama, termasuk menuntaskan santap siang hanya dalam waktu sekitar dua lagu.

“Sebetulnya sudah diulur-ulur, jadi antar lagu ada jedanya, tapi itu pun masih banyak yang belum selesai. Jadi belum menyesuaikan lah,” tambahnya.

Tak hanya itu, para kepala daerah juga diajak makan siang bersama para Praja IPDN untuk merasakan langsung suasana kedisiplinan kampus kepamongprajaan.

“Makan siang bareng dengan Praja, pagi sendiri, malam misah. Yang selalu dengan Praja adalah makan siang,” jelas Bima.

Baca Juga: Kemenpar genjot jalur laut Banyuwangi–Lovina, targetkan pemerataan wisata lewat paket 3B

Selain aturan makan, larangan merokok sembarangan juga menjadi penyesuaian tersendiri bagi sejumlah peserta retret. Bima menyebut ini sebagai bagian dari pembiasaan hidup sehat dan tertib di lingkungan pendidikan pemerintahan.

Retret kepala daerah Gelombang II yang berlangsung 22–26 Juni 2025 ini diikuti 86 kepala daerah dari 93 yang seharusnya hadir.

Satu kepala daerah batal mengikuti kegiatan karena ibunya meninggal dunia sesaat setelah tiba di Jakarta.

Kegiatan retret dibuka secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Senin, 23 Juni 2025, dengan misi membangun harmoni, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan integritas dan kepemimpinan kepala daerah menjelang akhir masa jabatan mereka.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X