Kemenpar genjot jalur laut Banyuwangi–Lovina, targetkan pemerataan wisata lewat paket 3B

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 27 Juni 2025 | 01:07 WIB
Suasana Forum Penguatan Amenitas dan Aksesibilitas yang digelar Kementerian Pariwisata untuk mendistribusikan wisatawan yang menumpuk di Bali Selatan (Eka Prasetya/Radar Buleleng)
Suasana Forum Penguatan Amenitas dan Aksesibilitas yang digelar Kementerian Pariwisata untuk mendistribusikan wisatawan yang menumpuk di Bali Selatan (Eka Prasetya/Radar Buleleng)

GENMILENIAL.ID – Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong pemerataan destinasi wisata di Pulau Bali.

Salah satu upaya strategis dilakukan dengan memperkuat konektivitas jalur laut dan infrastruktur pendukung dalam program Paket Wisata 3B yang mencakup Banyuwangi, Bali Barat, dan Bali Utara.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menyatakan bahwa jalur laut cepat Banyuwangi–Lovina tengah disiapkan untuk mendukung pergeseran arus wisatawan dari Bali Selatan ke wilayah utara dan barat yang selama ini hanya menjadi jalur lintasan.

Baca Juga: Hasto Kristiyanto dicecar soal jawaban ‘oke sip’ ke Saeful Bahri, klaim tak tahu isi pertemuan dengan Harun Masiku

“Selama ini Bali Barat dan Bali Utara hanya jadi jalur lintasan. Kami ingin itu berubah,” ujar Puspa saat menghadiri Forum Penguatan Amenitas dan Aksesibilitas di Pantai Lovina, Buleleng, Minggu, 22 Juni 2025.

Menurutnya, keberadaan jalur laut cepat antara Banyuwangi dan Lovina dapat memangkas waktu tempuh menjadi hanya 1,5 jam, sehingga lebih menarik bagi wisatawan, khususnya yang tiba melalui Bandara Blimbingsari Banyuwangi.

“Wisatawan dari Tiongkok biasanya charter flight dan mendarat di Denpasar. Ke depan kami ingin mereka landing di Banyuwangi dan langsung menuju Bali Barat atau Utara,” jelasnya.

Sayangnya, keterbatasan infrastruktur masih menjadi kendala. Saat ini Pelabuhan Gilimanuk dijadikan titik sandar alternatif karena Lovina belum memiliki dermaga khusus kapal cepat.

Baca Juga: Jaksa beberkan isi WA Harun Masiku ke Hasto, singgung nama Puan hingga Megawati dalam upaya PAW DPR

Puspa menyebut Kemenpar sedang menyusun rencana pembangunan dermaga sebagai upaya jangka panjang.

Selain pembangunan jalur fisik, Kemenpar juga menggandeng online travel agent (OTA) untuk memasarkan Paket 3B secara masif.

Pihaknya meyakini semakin luas promosi maka semakin besar pula dampak bagi pemerataan ekonomi wisata.

“Kalau lebih banyak yang menjual, lebih besar juga dampaknya,” tambah Puspa.

Dengan mendorong aksesibilitas dan daya tarik wisata secara merata, program Paket 3B menjadi instrumen penting Kemenpar untuk mengurangi beban over-tourism di Bali Selatan, sekaligus mengangkat potensi wisata alternatif di utara dan barat Pulau Dewata.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X