Penanda medis jadi inovasi pengawasan kesehatan dalam retret kepala daerah di IPDN Jatinangor

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 24 Juni 2025 | 23:34 WIB
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya dalam acara retret Kepala Daerah di IPDN (Instagram/bimaaryasugiarto)
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya dalam acara retret Kepala Daerah di IPDN (Instagram/bimaaryasugiarto)

GENMILENIAL.ID – Retret Gelombang II bagi kepala daerah di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, tidak hanya diisi materi kepemimpinan dan wawasan kebangsaan.

Agenda yang digelar selama lima hari itu juga menandai babak baru dalam integrasi kesehatan sebagai bagian dari pembinaan pejabat publik.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengungkapkan bahwa sepuluh kepala daerah peserta retret diberikan penanda khusus berbentuk pita warna merah dan kuning sebagai indikator tingkat risiko kesehatan masing-masing.

Baca Juga: Retret Kepala Daerah gelombang II diikuti bersama Wakil, Wamendagri: Penting jaga kekompakan hingga akhir jabatan

“Yang pakai pita merah itu ada lima orang. Yang pita kuning juga lima orang. Sisanya aman,” kata Bima kepada wartawan, Senin, 23 Juni 2025.

Menurutnya, pita merah diberikan kepada peserta dengan kondisi yang memerlukan pengawasan medis ketat, misalnya yang memiliki riwayat operasi besar atau gangguan jantung.

Sementara pita kuning menunjukkan kondisi yang tetap perlu dipantau, seperti cedera atau gejala anemia.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti retret secara optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Baca Juga: Menhan Israel perintahkan serangan balasan ke Teheran, tuduh Iran langgar gencatan senjata

Tim medis disiagakan untuk memberikan pendampingan langsung selama kegiatan berlangsung.

“Beberapa kita lakukan pengawasan secara khusus. Ada yang HB-nya rendah, ada yang lututnya cedera, ada juga yang pernah operasi,” jelas Bima.

Dengan pendekatan ini, retret kepala daerah bukan hanya menjadi forum penyegaran visi kepemimpinan, tapi juga menjadi model pembinaan pejabat publik yang holistik, menggabungkan kesiapan fisik, mental, dan emosional.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X