GENMILENIAL.ID – Retret Gelombang II bagi kepala daerah di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, tidak hanya diisi materi kepemimpinan dan wawasan kebangsaan.
Agenda yang digelar selama lima hari itu juga menandai babak baru dalam integrasi kesehatan sebagai bagian dari pembinaan pejabat publik.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengungkapkan bahwa sepuluh kepala daerah peserta retret diberikan penanda khusus berbentuk pita warna merah dan kuning sebagai indikator tingkat risiko kesehatan masing-masing.
“Yang pakai pita merah itu ada lima orang. Yang pita kuning juga lima orang. Sisanya aman,” kata Bima kepada wartawan, Senin, 23 Juni 2025.
Menurutnya, pita merah diberikan kepada peserta dengan kondisi yang memerlukan pengawasan medis ketat, misalnya yang memiliki riwayat operasi besar atau gangguan jantung.
Sementara pita kuning menunjukkan kondisi yang tetap perlu dipantau, seperti cedera atau gejala anemia.
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti retret secara optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Baca Juga: Menhan Israel perintahkan serangan balasan ke Teheran, tuduh Iran langgar gencatan senjata
Tim medis disiagakan untuk memberikan pendampingan langsung selama kegiatan berlangsung.
“Beberapa kita lakukan pengawasan secara khusus. Ada yang HB-nya rendah, ada yang lututnya cedera, ada juga yang pernah operasi,” jelas Bima.
Dengan pendekatan ini, retret kepala daerah bukan hanya menjadi forum penyegaran visi kepemimpinan, tapi juga menjadi model pembinaan pejabat publik yang holistik, menggabungkan kesiapan fisik, mental, dan emosional.***
Artikel Terkait
Agenda retret kepala daerah dilaporkan ke KPK karena dianggap ada penyalahgunaan anggaran, begini kronologinya
Wamendagri umumkan retret kepala daerah gelombang II digelar di IPDN Juni 2025
Persiapan retret gelombang II, 49 kepala daerah jalani pemeriksaan kesehatan
86 Kepala daerah siap ikuti retret gelombang II di IPDN Jatinangor, Wamendagri: Gunakan kereta cepat Whoosh ke Bandung
Presiden Prabowo belum dipastikan hadir di retret gelombang II, Wamendagri: Kami menyesuaikan
Retret gelombang II jadi momen evaluasi program prioritas, Wamendagri: Sudah ada feedback dari daerah
Retret Kepala Daerah gelombang II diikuti bersama Wakil, Wamendagri: Penting jaga kekompakan hingga akhir jabatan