Dedi Mulyadi tegaskan pilih jadi 'gubernur konten' ketimbang kepala daerah yang molor

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 21 Mei 2025 | 16:46 WIB
Gubernur atau Kepala Daerah Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (Instagram.com/@dedimulyadi71)
Gubernur atau Kepala Daerah Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (Instagram.com/@dedimulyadi71)

GENMILENIAL.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menjadi sorotan publik usai pernyataannya soal julukan 'gubernur konten' yang kerap disematkan kepadanya.

Menanggapi hal tersebut, Dedi justru menegaskan bahwa ia lebih memilih disebut gubernur konten dibandingkan kepala daerah yang malas bekerja.

Pernyataan itu ia sampaikan saat membagikan bonus senilai Rp25 juta kepada para siswa yang menjadi petugas upacara dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Gedung Sate, Bandung, pada Selasa, 20 Mei 2025.

“Saya kasih bonus untuk petugas upacara Rp25 juta untuk dibawa pulang ke rumahnya masing-masing,” ujar Dedi dalam pidatonya di hadapan para pelajar.

Baca Juga: Bagi-bagi uang Rp25 juta ke siswa, Dedi Mulyadi tegaskan dari hasil ngonten

Dalam kesempatan itu, Dedi juga menanggapi pertanyaan publik yang kerap menyindir sumber dana dari berbagai bantuannya kepada masyarakat.

“Saya selalu ditanya, duitnya dari mana? Ngonten!” tegasnya.

Dedi menyatakan tidak ambil pusing dengan sindiran yang menyebut dirinya hanya sibuk membuat konten di media sosial.

Menurutnya, hal itu jauh lebih baik daripada menjadi kepala daerah yang tidak bekerja secara maksimal.

Baca Juga: Ibrahim Sjarief wafat di usia 47 tahun, suami Najwa Shihab dikenal sebagai lawyer terkemuka

“Disebut gubernur konten, lebih baik jadi gubernur konten punya duit diberikan kepada rakyat, ketimbang jadi kepala daerah yang molor,” katanya.

Lebih lanjut, Dedi juga menyindir gaya kepemimpinan yang hanya sibuk dengan protokoler dan bepergian ke luar negeri tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

“Daripada gubernur yang tidur, gubernur protokoler, gubernur ingin dihargai, gubernur menghabiskan anggaran jalan-jalan ke luar negeri, teu hayang teuing aing (tidak mau saya),” tuturnya lantang.

Pernyataan tersebut kembali mempertegas gaya kepemimpinan Dedi yang dikenal dekat dengan masyarakat dan aktif di media sosial lewat konten-konten humanisnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: YouTube KDM Channel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X