Tolak sistem kerja tak adil, driver ojol dan kurir siap gelar demo nasional 20 Mei

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 20 Mei 2025 | 09:40 WIB
Ilustrasi - Para driver ojol dan kurir akan menggelar aksi demo terkait protes sistem kerja yang kurang adil (Freepik.com)
Ilustrasi - Para driver ojol dan kurir akan menggelar aksi demo terkait protes sistem kerja yang kurang adil (Freepik.com)

GENMILENIAL.ID - Para pengemudi ojek online (ojol), taksi online (taksol), dan kurir dari berbagai platform digital akan menggelar aksi nasional serentak pada Selasa, 20 Mei 2025.

Aksi ini dilakukan dengan mematikan aplikasi alias off bid dan turun ke jalan sebagai bentuk protes terhadap sistem kerja yang dinilai tidak adil.

Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI), Lily Pujiati, menyatakan aksi ini akan dilakukan di seluruh wilayah operasional perusahaan platform.

Baca Juga: ESAI: Kebangkitan Nasional: Persimpangan fiksi, kekuasaan, dan identitas yang rentan

“SPAI menyerukan pengemudi ojol, taksol, dan kurir melakukan aksi off bid massal satu Indonesia di mana pun perusahaan platform beroperasi,” ujar Lily dalam keterangan tertulis, Senin, 19 Mei 2025.

Selain mematikan aplikasi, para pengemudi juga dijadwalkan menggelar demonstrasi bersama serikat pekerja dan komunitas pengemudi untuk menyampaikan sejumlah tuntutan.

Salah satu isu utama yang diangkat adalah besarnya potongan pendapatan yang dilakukan oleh perusahaan platform.

Lily mengungkapkan bahwa dalam beberapa kasus, pengemudi hanya menerima Rp5.200 dari tarif yang dibayarkan pelanggan sebesar Rp18.000.

Baca Juga: ESAI: Kebangkitan nasional dan jalan panjang membangun Indonesia dari daerah

“Dari sini jelas terlihat platform mendapat keuntungan dengan cara memeras keringat pengemudi ojol,” tegasnya.

SPAI menuntut agar potongan tersebut tidak hanya dikurangi hingga 10 persen, tapi dihapuskan sepenuhnya.

Mereka juga meminta adanya kejelasan dan kesetaraan tarif untuk layanan penumpang, barang, dan makanan.

Aksi ini juga mempersoalkan sistem prioritas order yang dinilai diskriminatif. Lily menyoroti program seperti GrabBike Hemat, slot dan aceng di Gojek, serta hub di ShopeeFood yang hanya menguntungkan sebagian pengemudi.

Baca Juga: Kesunyian seorang pemikir: Ketika Syahrir ditinggalkan tapi tetap setia pada bangsa

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X