Tiga seruan pokok GMNI Subang
Dalam forum itu, mahasiswa menyerukan tiga hal pokok:
- Reforma agraria sejati agar tanah benar-benar dikuasai oleh petani penggarap.
- Kedaulatan pangan untuk melindungi petani dari tengkulak dan impor.
- Komitmen mahasiswa kembali ke rakyat sebagai garda depan perjuangan kaum Marhaen.
Dialog ini menghadirkan Wakil Ketua Komisi II DPRD Subang Udaya, Plt. Kepala Dinas Pertanian Bambang Suryana, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Asep, perwakilan P3TSL Hadi, serta aktivis dan mahasiswa dari berbagai organisasi.
Baca Juga: Dari demo ke duka: Rumah Uya Kuya hancur, barang jerih payah anak ludes dijarah
Suara mahasiswa dan rakyat kembali bergema: Subang tidak boleh tercerabut dari sejarahnya sebagai tanah agraris.
Pertanian bukan hanya soal produksi pangan, melainkan syarat mutlak kemerdekaan yang sejati.***
Artikel Terkait
Refleksikan kegelisahan perempuan, Mahasiswa GMNI gelar aksi pembagian mawar, teaterikal dan musikalisasi puisi
Peringati Dies Natalis ke-70, GMNI Subang gelar Bukber Manis dan bagi-bagi tajil kepada para pengendara yang sedang ngabuburit
Tertarik dengan marhaenisme, mantan Ketua DPRD Subang, H. Narca Sukanda memulai karir politik dari sekretaris ranting partai di Desa Citrajaya
GMNI Subang nilai kebijakan pemerintah serampangan, rakyat menunggu di persimpangan
Hari Tani Nasional di Subang: Petani tagih kepastian lahan, Pemda janji tak tinggalkan mereka di tengah industrialisasi
Hari Tani Nasional ke-65: SPI dorong reforma agraria dengan 8 tuntutan di aksi damai Monas
ESAI: Subang, laboratorium perjuangan Marhaenisme