GMNI Subang tegaskan masa depan pertanian tak boleh tersisih oleh proyek industrialisasi

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 29 September 2025 | 23:23 WIB
GMNI Subang gelar dialog publik bertajuk Reforma Agraria dan Ketahanan Pangan: Marhaenisme di Bumi Subang, Senin 29 September 2025 (Dok. Istimewa)
GMNI Subang gelar dialog publik bertajuk Reforma Agraria dan Ketahanan Pangan: Marhaenisme di Bumi Subang, Senin 29 September 2025 (Dok. Istimewa)

Tiga seruan pokok GMNI Subang

Dalam forum itu, mahasiswa menyerukan tiga hal pokok:

  1. Reforma agraria sejati agar tanah benar-benar dikuasai oleh petani penggarap.
  2. Kedaulatan pangan untuk melindungi petani dari tengkulak dan impor.
  3. Komitmen mahasiswa kembali ke rakyat sebagai garda depan perjuangan kaum Marhaen.

Dialog ini menghadirkan Wakil Ketua Komisi II DPRD Subang Udaya, Plt. Kepala Dinas Pertanian Bambang Suryana, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Asep, perwakilan P3TSL Hadi, serta aktivis dan mahasiswa dari berbagai organisasi.

Baca Juga: Dari demo ke duka: Rumah Uya Kuya hancur, barang jerih payah anak ludes dijarah

Suara mahasiswa dan rakyat kembali bergema: Subang tidak boleh tercerabut dari sejarahnya sebagai tanah agraris.

Pertanian bukan hanya soal produksi pangan, melainkan syarat mutlak kemerdekaan yang sejati.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X