humaniora

Di balik data dan riset Bapperida, Iwan Syahrul Anwar menemukan ruang lain dalam sastra

Jumat, 25 September 2026 | 11:28 WIB
Kepala Bapperida Kabupaten Subang Iwan Syahrul Anwar berbicara tentang kecintaannya pada sastra dan puisi di ruang kerjanya, Kamis, 24 September 2026

Sastra memperkaya cara melihat manusia

Sastra juga membawa Iwan pada cara pandang yang lebih luas dalam melihat pembangunan. Dalam dinamika pembangunan dan sosial-politik, pendekatan humaniora menjadi salah satu perspektif yang penting untuk memahami kompleksitas manusia di balik angka-angka pembangunan.

Baca Juga: Kemenkes: 40 Ribu balita di wilayah terdampak karhutla terkena ISPA

Sastra dan budaya memberikan ruang untuk melihat persoalan tersebut dari sisi manusia, sekaligus memperkaya perspektif dalam riset kebijakan.

Perspektif itu juga berkaitan dengan posisi Bapperida yang tidak hanya berada dalam ruang administratif pemerintahan atau pembangunan fisik.

Di dalamnya terdapat ruang untuk melakukan penelitian dan kajian yang lebih spesifik dan mendalam, termasuk terhadap perubahan sosial dan budaya yang menyertai pembangunan.

Perubahan tersebut terlihat di Subang yang kini berhadapan dengan perkembangan industrialisasi.

Baca Juga: Telisik fenomena daratan baru yang disebut Cucu Krakatau, benarkah itu gunung api anyar?

Daerah yang selama ini lekat dengan karakter agraris dan budaya petani menghadapi perubahan yang tidak hanya menyangkut pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga berpotensi membawa perubahan pada masyarakat dan budaya lokal.

Membaca perubahan Subang dari sisi budaya

Iwan melihat perubahan itu tidak harus menempatkan pertanian dan industri sebagai dua hal yang saling bertentangan. Keduanya justru perlu dikelola sebagai potensi daerah yang dapat berjalan beriringan.

“Subang sedang mengalami transformasi serupa. Kita dihadapkan pada tantangan untuk tetap mempertahankan jati diri sebagai daerah agraris yang berlandaskan budaya petani, namun di sisi lain kita tidak boleh menutup diri dari potensi industrialisasi. Keduanya harus dimaksimalkan sebagai potensi daerah yang saling melengkapi,” kata Iwan.

Baca Juga: Kemarau panjang, Polsek Cibogo gerak cepat salurkan air bersih untuk warga

Masuknya industri juga membawa perubahan pada demografi dan interaksi masyarakat. Kehadiran masyarakat dari luar daerah maupun tenaga kerja dengan latar belakang budaya berbeda dapat menciptakan proses akulturasi.

Karena itu, perubahan tersebut menurut Iwan perlu dibaca melalui riset agar pemerintah memiliki dasar dalam merespons dampak sosial dan budaya yang muncul.

Halaman:

Tags

Terkini

CERPEN: Surat cinta untuk adinda

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:39 WIB