humaniora

Di balik data dan riset Bapperida, Iwan Syahrul Anwar menemukan ruang lain dalam sastra

Jumat, 25 September 2026 | 11:28 WIB
Kepala Bapperida Kabupaten Subang Iwan Syahrul Anwar berbicara tentang kecintaannya pada sastra dan puisi di ruang kerjanya, Kamis, 24 September 2026

GENMILENIAL.ID – Data, riset, dan perencanaan pembangunan menjadi bagian dari keseharian Iwan Syahrul Anwar sebagai Kepala Bapperida Kabupaten Subang.

Namun, di balik dunia kerja yang lekat dengan riset pembangunan tersebut, Iwan memiliki ruang lain yang sudah tumbuh sejak masa sekolah, yakni sastra.

Ketertarikannya terhadap sastra bermula ketika masih duduk di SMA Negeri 1 Subang. Saat itu, Iwan kerap menghabiskan waktu di perpustakaan masjid sekolah dan mulai banyak membaca buku-buku sastra.

Baca Juga: Penerima KIP kuliah 2026 harus masuk desil berapa? Begini cara cek kriteria kondisi ekonomi di DTSEN

Dari kebiasaan membaca itulah, sastra perlahan menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Baginya, membaca karya sastra bukan sekadar mengisi waktu, tetapi juga memperkaya cara memahami kehidupan sekaligus cara menyampaikan gagasan.

Dari perpustakaan masjid hingga karya sastra

Iwan mengenal beragam karya dan penulis dari kebiasaan membaca sejak sekolah. Khalil Gibran, Rendra, Chairil Anwar, hingga Sapardi Djoko Damono termasuk nama yang menarik perhatiannya.

Karya Sapardi, misalnya, kembali ia temukan melalui perkembangan media digital. Puisi Hujan Bulan Juni menjadi salah satu karya yang ia nikmati melalui YouTube.

Baca Juga: Bansos pangan beras dirapel di September 2026, ini langkah saat bantuan belum kunjung diterima

Selain puisi, Iwan juga membaca karya berbentuk novel. Ia mengikuti seri Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, termasuk tiga buku awal dalam rangkaian tersebut.

Ketertarikannya terhadap sastra juga bersentuhan dengan kehidupan personal. Karya Pipit Senja menjadi salah satu bacaan yang memiliki cerita tersendiri bagi Iwan.

Ia kerap menjadikan karya Pipiet Senja sebagai hadiah ulang tahun untuk istrinya, Pipit, lantaran kemiripan nama keduanya.

Nama lain yang turut ia baca antara lain Asma Nadia dan Helvy Tiana Rosa. Ada pula karya Anis Matta, Biarkan Kuncupnya Mekar Jadi Bunga, yang menurutnya menarik karena menggambarkan dinamika hubungan suami istri.

Baca Juga: Keluhan guru SD Takalar saat cicip menu MBG basi yang hendak dibagikan ke siswa: Gatal di mulut

Halaman:

Tags

Terkini

CERPEN: Surat cinta untuk adinda

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:39 WIB