Kini, lokasi tersebut hanya menyisakan tanah dan puing akibat terjangan longsor.
Tangisnya pecah, menggambarkan duka dan kehilangan yang belum sepenuhnya pulih meski waktu telah berlalu.
Masih menumpang, harapkan hunian layak
Pasca-bencana, Ibu Suarni diketahui sempat tinggal di tenda pengungsian selama sekitar satu bulan. Setelah itu, ia terpaksa menumpang di rumah kerabatnya.
“Saat ini, ia menumpang di rumah kerabatnya, namun tidak dapat ditempati dalam waktu lama,” tulis akun tersebut.
Ibu Suarni berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera memberikan hunian layak, agar ia dan keluarganya bisa kembali hidup dengan aman dan tenang tanpa bayang-bayang trauma.
“Ia berharap segera mendapatkan rumah hunian yang layak agar bisa kembali hidup dengan aman dan tenang,” lanjut keterangan unggahan.
Warganet kirim doa dan dukungan
Hingga Kamis, 5 Februari 2026, unggahan tersebut telah disukai oleh sekitar 3.860 pengguna Instagram. Kolom komentar pun dipenuhi doa dan dukungan dari warganet.
“Allah akan menggantikan rumahnya dengan yang lebih baik ya, Bu,” tulis akun @ekaabdullah.
“Insya Allah, rumah yang lebih baik akan datang, semoga diberikan kesabaran,” ungkap akun @dewihariayafitri.***