Suhu panas di siang hari dan dingin menusuk di malam hari menjadi tantangan tersendiri bagi warga, terutama anak-anak dan lansia.
Baca Juga: Ban motor dirantai demi bisa mengajar, viral perjuangan guru lewati jalan berlumpur di Lampung Barat
Ladang rusak, sumber penghasilan hilang
Tak hanya menghancurkan tempat tinggal, banjir juga meluluhlantakkan ladang dan kebun warga yang menjadi sumber utama mata pencaharian.
Banyak lahan pertanian tertimbun lumpur, rusak, bahkan dipenuhi tumpukan kayu sisa banjir.
Kondisi ini membuat warga kehilangan penghasilan dan kesulitan untuk membangun hunian yang lebih layak.
“Kenapa kami nggak buat tenda yang lebih layak? Dari mana kami buat, sedangkan mata pencaharian kami, ladang kami semua hancur,” ungkap warga tersebut.
Keterbatasan ekonomi membuat warga hanya bisa bertahan dengan kondisi seadanya sambil menunggu bantuan lanjutan.
Tumpukan kayu sisa banjir masih berserakan
Dalam unggahan video lainnya, tampak kayu berukuran besar masih berserakan di sejumlah titik Desa Sekumur.
Kayu-kayu tersebut rencananya akan dimanfaatkan sebagai bahan bangunan untuk hunian warga.
Namun, keterbatasan biaya menjadi kendala utama.
Baca Juga: Seskab Teddy nobar final Timnas Futsal Indonesia bareng warga Malang, rayakan perjuangan merah putih
“Kayunya lumayan besar. Kemarin dipotong warga karena banyak anak-anak main, takut jatuh,” ujarnya.