humaniora

Ramadan kian dekat, warga Desa Sekumur Aceh Tamiang masih bertahan di tenda pascabanjir

Senin, 9 Februari 2026 | 15:27 WIB
Kondisi terbaru Desa Sekumur, Aceh Tamiang setelah hampir 3 bulan pascabanjir (Instagram/waracantika06)

Suhu panas di siang hari dan dingin menusuk di malam hari menjadi tantangan tersendiri bagi warga, terutama anak-anak dan lansia.

Baca Juga: Ban motor dirantai demi bisa mengajar, viral perjuangan guru lewati jalan berlumpur di Lampung Barat

Ladang rusak, sumber penghasilan hilang

Tak hanya menghancurkan tempat tinggal, banjir juga meluluhlantakkan ladang dan kebun warga yang menjadi sumber utama mata pencaharian.

Banyak lahan pertanian tertimbun lumpur, rusak, bahkan dipenuhi tumpukan kayu sisa banjir.

Kondisi ini membuat warga kehilangan penghasilan dan kesulitan untuk membangun hunian yang lebih layak.

“Kenapa kami nggak buat tenda yang lebih layak? Dari mana kami buat, sedangkan mata pencaharian kami, ladang kami semua hancur,” ungkap warga tersebut.

Baca Juga: Dua tahun jalan di tempat, pelapor kasus dugaan korupsi Wasbang DPRD Jatim desak KPK segera beri kepastian

Keterbatasan ekonomi membuat warga hanya bisa bertahan dengan kondisi seadanya sambil menunggu bantuan lanjutan.

Tumpukan kayu sisa banjir masih berserakan

Dalam unggahan video lainnya, tampak kayu berukuran besar masih berserakan di sejumlah titik Desa Sekumur.

Kayu-kayu tersebut rencananya akan dimanfaatkan sebagai bahan bangunan untuk hunian warga.

Namun, keterbatasan biaya menjadi kendala utama.

Baca Juga: Seskab Teddy nobar final Timnas Futsal Indonesia bareng warga Malang, rayakan perjuangan merah putih

“Kayunya lumayan besar. Kemarin dipotong warga karena banyak anak-anak main, takut jatuh,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini