Sebelumnya, jembatan penghubung menuju Desa Sekumur hanyut terbawa banjir, membuat akses ke wilayah tersebut terputus total.
Warga harus menyeberangi sungai dengan perahu nelayan, dengan waktu tempuh sekitar dua jam dari pusat Kota Aceh Tamiang.
Berdasarkan data, sekitar 1.232 jiwa dari 276 kepala keluarga di Desa Sekumur kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang dan longsor.
Hingga kini, proses pemulihan infrastruktur dan fasilitas umum masih terus dilakukan secara bertahap.***