“Kami merasa pendidikan adalah prioritas. Anak-anak harus terus belajar,” tegasnya.
Baca Juga: Pamanukan lumpuh total, banjir rendam pertokoan dan jalan utama hingga aktivitas warga terhenti
Ia juga menyoroti kondisi lapangan yang kini mulai sepi dari perhatian publik. Menurutnya, setelah bencana tidak lagi viral, kepedulian pun ikut menurun.
“Tugas paling berat adalah ketika tidak banyak lagi yang datang. Saat perhatian mulai hilang, justru di situlah mereka paling membutuhkan bantuan,” ungkapnya.
Ajak publik terus peduli korban bencana
Menutup pernyataannya, Salim mengajak masyarakat untuk terus menyebarkan informasi dan mendukung upaya pemulihan, khususnya bagi anak-anak korban bencana di Sumatera.
“Siapa pun yang masih datang dan peduli pada bencana Sumatera, tolong sebarkan. Jangan biarkan mereka sendirian,” pungkasnya.***