humaniora

Asrama pesantren di Bireuen ambruk usai banjir bandang, kerugian ditaksir Rp6 miliar, ratusan santri mengungsi

Selasa, 2 Desember 2025 | 17:53 WIB
Menyoroti fakta terkini terkait insiden ambruknya asrama pesantren di Bireuen, Aceh imbas banjir-longsor (Instagram.com/@andreli_48)

GENMILENIAL.ID — Sebuah gedung asrama pesantren di Kabupaten Bireuen, Aceh, ambruk terseret banjir bandang dan longsor yang menerjang wilayah tersebut pada akhir November 2025.

Bangunan yang roboh itu adalah asrama Dayah Najmul Hidayah Al-Aziziyah di Meunasah Subung.

Meski kerusakannya parah, tidak ada korban jiwa. Namun kerugian ditaksir mencapai Rp6 miliar. Ratusan santri harus mengungsi ke masjid pesantren sejak malam sebelum bangunan itu roboh.

“Alhamdulillah, tidak ada korban. Santri sudah diungsikan sejak semalam,” ujar Pembina Dayah, Tgk Adli Abdullah pada Kamis 27 November 2025.

Baca Juga: Kombes Pol. Dedy Tabrani resmi pimpin BNNP Kalteng, siap gaspol perangi narkoba

Sebanyak 329 santri kini ditampung di masjid dan membutuhkan dapur darurat serta pakaian ganti.

Dugaan penyebab: Tebing sungai rusak, batu gajah tidak sesuai konstruksi

Hujan deras selama sepekan terakhir memicu luapan sungai dan longsor di sedikitnya sembilan kabupaten di Aceh.

Adli menjelaskan bahwa bangunan asrama putra berada tepat di tepi sungai. Arus yang sangat deras menyebabkan struktur pengaman tebing hancur sebelum akhirnya bangunan ikut roboh.

“Longsor disebabkan batu gajah yang dipasang sebagai pengaman tebing tidak sesuai,” ungkapnya.

Baca Juga: DPR desak Garuda dibersihkan total: Cukup aji mumpungnya, saatnya tangan besi dipakai!

Tembok pengaman tersebut dibangun pada 2016, dan menurut Adli, proyek itu pernah bermasalah karena jebol saat banjir bandang Sungai Krueng Batee Iliek.

Ia menyebut kasusnya bahkan sudah melalui proses hukum dan pelakunya menjalani hukuman.

Cak Imin pernah ingatkan: 80 Ponpes di Jawa dan Aceh masuk kategori rawan ambruk

Halaman:

Tags

Terkini