Pada 27 Maret 1977, Guruh mendirikan kelompok seni pertunjukan tersebut. Namanya kemudian semakin dikenal melalui Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra (PKC-GSP) I hingga IV pada 1979–1986.
Dalam pergelaran tersebut, Guruh berperan sebagai koreografer, komposer sekaligus sutradara. Pementasannya memadukan tarian tradisional dengan unsur modern Barat.
Pergelaran tersebut dikenal sebagai variety show spektakuler buatan pribumi pertama di Indonesia.
Baca Juga: Respons Menteri Imipas soal dugaan napi yang sembunyi saat sidak kamar mewah di Lapas Cibinong
Melalui PT Gencar Semarak Perkasa (GSP) Productions, Guruh juga membawa karya seni dan kebudayaan Indonesia ke panggung internasional.
Pementasannya menjangkau sejumlah negara, di antaranya Singapura, Jerman, Swedia, Swiss hingga Australia.
Kecintaan Guruh terhadap perlindungan seniman juga diwujudkan melalui pendirian Yayasan Karya Cipta Indonesia (YKCI) pada 1990.
Kini Guruh Sukarnoputra telah berpulang. Namun, perjalanan panjangnya di dunia musik, tari dan seni pertunjukan meninggalkan warisan yang menjadi bagian dari perjalanan kebudayaan Indonesia.***
Artikel Terkait
Ki Maher lihat keraton sebagai pertahanan budaya dan penggerak ekonomi kerakyatan
Lewat seni dan budaya, FKUB Subang perkuat kerukunan lintas agama
Cerita perjuangan Asdar, siswa di pedalaman Nias yang sebrangi sungai 4 kali saat menuju sekolah
Ibu kerja serabutan, ayah telah tiada, pelajar MAN 1 Pasuruan justru tembus parlemen remaja DPR RI
Momen haru relawan di Kalbar, saksikan hujan turun usai berjuang melawan amukan karhutla
Bantu Anggara untuk sembuh dari leukemia AML, perjuangan sehat yang butuh biaya ratusan juta
Di balik data dan riset Bapperida, Iwan Syahrul Anwar menemukan ruang lain dalam sastra