Jiwa seni tersebut kemudian tumbuh kuat dalam diri Guruh. Berdasarkan catatan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Guruh lahir di Istana Merdeka pada 13 Januari 1953.
Guruh tumbuh dalam lingkungan yang sarat dengan nilai estetika dan kebudayaan. Didikan Bung Karno yang menekankan pentingnya kepribadian dalam kebudayaan melalui Tri Sakti turut membentuk kecintaannya terhadap seni.
Bakat Guruh bahkan sudah terlihat sejak balita. Ia menguasai berbagai tarian daerah, mulai dari Jawa, Sunda, Bali hingga Minang.
Guruh Gipsy jadi tonggak musik Indonesia
Warisan seni Guruh Sukarnoputra juga terlihat dari karya musiknya. Salah satu yang paling dikenal adalah Guruh Gipsy yang lahir pada 1976.
Sekembalinya dari Belanda, Guruh bersama Keenan Nasution, Chrisye, Abadi Soesman, Roni Harahap dan Oding Nasution menciptakan karya eksperimental yang memadukan gamelan Bali dengan progressive rock.
Baca Juga: Tim penyelam BSG ini ungkap alasan penggunaan palu untuk pecah kaca kapal Virgo Transport 8
Album tersebut dicetak secara terbatas sebanyak 5.000 keping kaset. Karya itu menjadi salah satu bentuk upaya Guruh dalam menemukan identitas nasional melalui musik.
Buku Musisiku (2007) mencatat Guruh Gipsy sebagai salah satu tonggak sejarah musik pop Indonesia. Karya tersebut disebut sebagai bentuk keberanian artistik yang melampaui komersialisasi pasar sekaligus memuat kritik sosial.
Karya Guruh juga hadir melalui lagu-lagu yang kemudian dikenal luas. Renjana menjadi juara Festival Nasional Cipta Lagu Populer Indonesia pada 1976.
Selain itu, terdapat sejumlah karya yang kemudian dikenal sebagai lagu legendaris, seperti Galih dan Ratna, Gita Cinta, Lenggang Puspita, serta Kembalikan Bali Padaku yang dirilis pada 1987.
Baca Juga: Ramai unggahan situasi Kalimantan yang masih dikepung kabut asap dan ‘aktivitas normal’, ada apa?
Swara Maharddhika dan seni pertunjukan
Guruh Sukarnoputra tidak hanya berkarya melalui musik. Ia juga membangun ruang bagi seni pertunjukan melalui Swara Maharddhika.
Artikel Terkait
Ki Maher lihat keraton sebagai pertahanan budaya dan penggerak ekonomi kerakyatan
Lewat seni dan budaya, FKUB Subang perkuat kerukunan lintas agama
Cerita perjuangan Asdar, siswa di pedalaman Nias yang sebrangi sungai 4 kali saat menuju sekolah
Ibu kerja serabutan, ayah telah tiada, pelajar MAN 1 Pasuruan justru tembus parlemen remaja DPR RI
Momen haru relawan di Kalbar, saksikan hujan turun usai berjuang melawan amukan karhutla
Bantu Anggara untuk sembuh dari leukemia AML, perjuangan sehat yang butuh biaya ratusan juta
Di balik data dan riset Bapperida, Iwan Syahrul Anwar menemukan ruang lain dalam sastra