“Ya pertama kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Subang mengucapkan terima kasih kepada FKUB beserta jajaranya yang sudah bisa menghimpun dan menggabungkan, bersatu padunya komponen-komponen masyarakat lintas agama, karena ini bagian dari tekad kita untuk menjaga toleransi umat beragama di Kabupaten Subang,” kata Agus.
Baca Juga: Diduga keracunan menu MBG basi, 137 siswa-guru SMAN 1 Tunjungan di Blora alami diare massal
Agus menyebut indeks keharmonisan umat beragama di Kabupaten Subang saat ini mencapai 96 persen. Pemerintah daerah berharap angka tersebut dapat semakin baik ke depannya.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Subang Asep Nuroni menilai keharmonisan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan daerah.
“Saya sangat bangga dan terima kasih dengan kegiatan ini karena kegiatan ini bagian dari dasar kita pelaksanaan pembangunan,” ujar Asep.
Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan keharmonisan agar berbagai proses dapat berjalan dengan lancar.
Perbedaan yang ada di tengah masyarakat juga dinilai dapat menjadi modal untuk membangun persatuan.
“Mengisi Subang membangun dengan maju dengan apa, sukses tentu awalnya dari keharmonisan, dengan harmonis semua akan lancar,” katanya.***
Artikel Terkait
FKUB Subang gelar moderasi beragama jelang Pilkada 2024, Dr. Imran sebut pentingnya peran pemimpin agama untuk menetralisir hal yang tidak diinginkan
FKUB Subang: Penista agama berlindung dibalik aliran kepercayaan
FKUB Subang nyatakan sikap tegas tolak syiar door to door Saksi-Saksi Yehuwa
Langgar SKB 2 Menteri, FKUB Subang siap lapor Saksi-Saksi Yehuwa ke penegak hukum
FKUB Subang tegaskan pentingnya kepatuhan SKB 2 Menteri untuk cegah konflik rumah ibadah
10 Pejabat berebut kursi Sekda Subang, siapa bakal gantikan Asep Nuroni?
Bupati Subang tegaskan perubahan APBD 2026 bukan sekadar kejar serapan, PAD jadi sorotan