Sebelum jadi korban aniaya, YTR sempat ditemukan menangis di tempat kerja karena cemaskan harta yang dibawa kabur pacarnya

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 22 Juni 2026 | 19:00 WIB
Menyoroti penuturan keluarga korban terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang wanita berinisial YTR di Bandung, Jawa Barat (YouTube.com/DennySumargo)
Menyoroti penuturan keluarga korban terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang wanita berinisial YTR di Bandung, Jawa Barat (YouTube.com/DennySumargo)

GENMILENIAL.ID – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang wanita berinisial YTR (29 tahun), warga Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terus menjadi perhatian publik.

Di balik kasus yang menggegerkan ini, terungkap sejumlah fakta baru yang menunjukkan penderitaan korban telah berlangsung lama sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi kritis.

Diketahui, keluarga kehilangan kontak dengan YTR sejak 2023.

Selama itu, korban diduga disekap oleh kekasihnya, TH (30 tahun), dan dipindahkan dari satu tempat kos ke kos lainnya di wilayah Cileunyi. Bahkan, korban disebut tidak diperbolehkan memegang ponsel.

Baca Juga: Di balik kasus penyiksaan seorang wanita di Bandung, ada kakak yang merasa janggal saat adiknya tak kunjung pulang

Kasus ini baru terungkap pada Rabu, 10 Juni 2026, setelah keluarga menerima pesan WhatsApp misterius yang mengabarkan YTR berada di IGD RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Saat ditemukan, kondisi korban sangat memprihatinkan, mengalami luka akibat dugaan penyiksaan berkepanjangan hingga menyebabkan kebutaan permanen.

Sempat dicari lewat media sosial dan ormas

Kakak ipar korban, Melanie, mengungkapkan bahwa keluarga sebenarnya telah berupaya mencari YTR sejak awal ia menghilang.

Pada lima bulan pertama, Melanie bahkan sempat membuat unggahan kehilangan di media sosial.

Baca Juga: Buntut video viral satpam pukul pengamen, Pemkab Subang turun tangan hingga kasus berakhir damai

Unggahan tersebut berisi informasi bahwa YTR diduga dibawa kabur oleh seorang pria, lengkap dengan foto terduga pelaku.

Postingan itu kemudian menyebar luas hingga ke salah satu organisasi masyarakat (ormas) tempat TH diketahui bergabung.

“Saya share di Instagram, Facebook, ramai karena si laki-laki itu anggota salah satu ormas. Kebetulan suami ada kenalan di ormas itu, dishare di grup,” ujar Melanie.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X