Selama hampir tiga tahun terakhir, Adi menjalani kehidupan dengan bekerja serabutan di luar jam sekolah demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ia juga memilih untuk tidak merepotkan keluarga terdekatnya, meskipun sebenarnya mereka mampu membantu.
Dikri menilai, sikap Adi menunjukkan kedewasaan yang luar biasa untuk anak seusianya.
Ia melihat bahwa Adi bukan hanya kuat secara mental, tetapi juga memiliki tekad besar untuk bertahan dan melanjutkan pendidikan.
Keyakinan akan masa depan
Dalam momen tersebut, Dikri juga memberikan pesan penuh harapan kepada Adi.
Ia meyakini bahwa kerja keras dan ketulusan Adi akan membawanya menuju masa depan yang lebih baik.
Baca Juga: Buntut video viral satpam pukul pengamen, Pemkab Subang turun tangan hingga kasus berakhir damai
Ia meminta Adi untuk tetap tegar dan tidak kehilangan semangat dalam menjalani hidup.
Menurutnya, sosok seperti Adi adalah contoh nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih impian.
“Percayalah, ibumu tenang di alam sana dan pasti bangga melihat kamu yang begitu mandiri,” ungkap Dikri.
Kisah ini pun menjadi pengingat bahwa kepedulian kecil bisa membawa dampak besar, serta bahwa harapan selalu ada bagi mereka yang terus berjuang.***
Artikel Terkait
Kisah haru di balik reruntuhan Ponpes Al Khoziny: 3 hari bertahan tanpa makan, salat di bawah puing, hingga diamputasi untuk hidup
Peringati malam Nisfu Syaban, Ponpes Riyadhus Solihin santuni 150 yatim dan salurkan bantuan untuk korban banjir Pantura
Ponpes Ora Aji asuhan Gus Miftah gelar buka bersama 2.000 anak yatim lintas iman di Yogyakarta
Boy Thohir gelar iftar Ramadan untuk 1.000 anak yatim di Masjid At-Thohir Depok
Kapolres Subang berbagi di Ramadan, 500 anak yatim dan kaum jompo terima santunan
Viral momen mainan datang saat anak sudah meninggal, kisah haru ini banjir simpati
Kisah haru ibu selamat dari tragedi Bekasi Timur, ngaku terhindar berkat firasat anak