Dalam setiap lakon yang ditampilkan, terdapat pesan moral dan nilai kehidupan yang relevan dengan kondisi sosial saat ini.
“Mudah-mudahan ku kegiatan sapertos kieu urang teu hilap kana budaya Sunda. Ieu sanés saukur tontonan, tapi ogé tuntunan pikeun urang sadayana,” ungkapnya.
Baca Juga: Putra Jepara raih summa cumlaude di Yaman, IPK nyaris sempurna dan hafal 30 juz
Pagelaran ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Milangkala ke-78 Kabupaten Subang yang sebelumnya telah diisi dengan berbagai acara, mulai dari parade bedug hingga kegiatan budaya lainnya.
Jadi ruang silaturahmi dan pelestarian budaya
Selain menjadi tontonan, pagelaran wayang golek juga menjadi ruang berkumpulnya masyarakat, mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.
Di akhir acara, Wakil Bupati Subang juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan kebersihan selama kegiatan berlangsung.
“Urang sadayana kedah ngajaga kaamanan, kanyamanan, katertiban, sareng kabersihan. Mangga sampahna ditertibkeun sateuacan mulih ka bumi masing-masing,” pesannya.
Baca Juga: Viral ayam MBG diduga tak layak di Lampung, ortu siswa dan admin SPPG akhirnya saling memaafkan
Kegiatan ini pun ditutup dengan penyerahan cinderamata berupa wayang tokoh Arjuna dari dalang kepada Wakil Bupati sebagai simbol pelestarian budaya.
Antusiasme yang ditunjukkan masyarakat menjadi bukti bahwa wayang golek bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga bagian dari identitas yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat Subang.***
Artikel Terkait
Tataliwargi Dahana kunjungi Saung Udjo, angkat harmoni angklung untuk lestarikan budaya Sunda
Bupati Subang hadiri Milangkala Cisalak ke-57: Kesejahteraan rakyat bukan sekadar omongan
Milangkala Desa Cikadu: Ketika warga menjadi penjaga warisan dan penggerak kemajuan
Melestarikan budaya Sunda di tengah Car Free Day Lembur Pakuan Subang
Milangkala Cibogo, Kang Rey tegaskan perang lawan pungli rekrutmen pabrik di Subang
Meriah, HUT Subang ke-78 hadirkan harmoni budaya Sunda, dari lomba merias gerbang hingga pesta rakyat
Bajidor Subang kembali menggema di Milangkala ke-78, warisan budaya yang terus dijaga