Bullying bukan sekadar bercanda, polisi bongkar dampak dan ancaman hukumnya ke siswa SD di Subang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 22 Juli 2026 | 16:19 WIB
Kanit PPA Satreskrim Polres Subang, AIPTU Nenden Nurpatimah, saat memberikan edukasi bahaya bullying kepada siswa SD Miftahul Ulum dalam kegiatan sosialisasi di Sams Studio, Subang, Rabu, 22 Juli 2026 (Dok. Istimewa)
Kanit PPA Satreskrim Polres Subang, AIPTU Nenden Nurpatimah, saat memberikan edukasi bahaya bullying kepada siswa SD Miftahul Ulum dalam kegiatan sosialisasi di Sams Studio, Subang, Rabu, 22 Juli 2026 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID — Isu perundungan di lingkungan sekolah kembali jadi perhatian serius. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Subang turun langsung mengedukasi siswa sekolah dasar soal bahaya bullying yang kerap dianggap sepele.

Melalui sosialisasi di Sams Studio, puluhan siswa SD Miftahul Ulum diberikan pemahaman bahwa bullying bukan hanya tindakan iseng, tetapi bisa berdampak serius hingga berujung pidana.

“Bully bukan sekadar bercanda. Perilaku ini dapat meninggalkan dampak psikologis yang serius bagi korban dan bahkan memiliki konsekuensi hukum bagi pelakunya,” tegas Kanit PPA Satreskrim Polres Subang, AIPTU Nenden Nurpatimah.

Baca Juga: Nanik Deyang mundur, sosok pengganti Kepala BGN yang tetap diawasinya mendadak jadi sorotan

Dari ejekan hingga kekerasan fisik

Dalam pemaparannya, polisi mengungkap bahwa bullying memiliki banyak bentuk, tidak hanya kekerasan fisik seperti memukul atau mendorong.

Perundungan juga bisa berupa verbal, seperti menghina dan memberi julukan menyakitkan, hingga sosial seperti mengucilkan teman dari pergaulan.

Kondisi ini seringkali terjadi berulang dan melibatkan ketimpangan kekuatan antara pelaku dan korban.

Baca Juga: Pernah dicegat wartawan soal motor BGN, lihat lagi momen Nanik Deyang disorot sebelum kini mendadak resign

“Korban biasanya berada pada posisi yang sulit melawan karena pelaku merasa lebih kuat atau lebih berkuasa,” jelasnya.

Dampak serius hingga ancam nyawa

Lebih jauh, dampak bullying disebut tidak main-main. Selain mengganggu psikologis korban, perundungan juga dapat memicu trauma, dendam, hingga budaya kekerasan.

Dalam kondisi ekstrem, tindakan ini bahkan bisa membahayakan keselamatan korban.

Tanda-tanda korban bullying pun mulai dikenalkan kepada siswa, seperti takut ke sekolah, menarik diri dari pergaulan, hingga kesulitan berkonsentrasi saat belajar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X