GENMILENIAL.ID - Antusiasme masyarakat Subang terlihat begitu tinggi saat menyaksikan pagelaran wayang golek dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang.
Ribuan warga dari berbagai kalangan memadati Alun-Alun Subang untuk menikmati pertunjukan seni tradisional khas Sunda tersebut, Jumat, 17 April 2026 malam.
Pagelaran wayang golek yang dibawakan oleh dalang kenamaan Dadan Sunandar Sunarya Putra Giriharja 3 semakin semarak dengan penampilan hiburan ngabodor dari Ohang dan Ceu Popon.
Suasana penuh tawa dan kekaguman tampak menyelimuti lokasi acara, menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.
Baca Juga: Raih 2 hibah riset sekaligus, akademisi ITB dorong desain jadi kunci pengembangan kota dan industri
Antusiasme tinggi, lintas generasi bersatu
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat.
Ia menilai kehadiran warga dari berbagai usia menjadi bukti nyata bahwa wayang golek mampu menjadi penghubung lintas generasi.
“Ieu janten penyambung lintas generasi, ti generasi Z, milenial, dugi ka kolotnial, sadayana tiasa ngahiji nonton wayang golek,” ujarnya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat dalam mengikuti pagelaran ini menunjukkan bahwa budaya Sunda masih dijaga dan dicintai oleh masyarakat Subang.
Baca Juga: HUT ke-78 Subang jadi ajang evaluasi, Sekda akui layanan dan infrastruktur masih dikeluhkan warga
“Haturnuhun ka sadaya masyarakat Subang nu tos ngarojong. Wayang golek minangka budaya luhur urang sadayana kedah terus dimumule. Ningali antusiasme masyarakat, ieu nunjukkeun yen urang teu poho kana budaya sorangan,” tambahnya.
Lebih dari hiburan, wayang golek sarat nilai kehidupan
Selain sebagai hiburan, wayang golek juga dinilai memiliki nilai edukatif yang penting bagi masyarakat.
Artikel Terkait
Tataliwargi Dahana kunjungi Saung Udjo, angkat harmoni angklung untuk lestarikan budaya Sunda
Bupati Subang hadiri Milangkala Cisalak ke-57: Kesejahteraan rakyat bukan sekadar omongan
Milangkala Desa Cikadu: Ketika warga menjadi penjaga warisan dan penggerak kemajuan
Melestarikan budaya Sunda di tengah Car Free Day Lembur Pakuan Subang
Milangkala Cibogo, Kang Rey tegaskan perang lawan pungli rekrutmen pabrik di Subang
Meriah, HUT Subang ke-78 hadirkan harmoni budaya Sunda, dari lomba merias gerbang hingga pesta rakyat
Bajidor Subang kembali menggema di Milangkala ke-78, warisan budaya yang terus dijaga