Andrie Yunus jadi korban penyiraman air keras, sosok aktivis HAM yang pernah dobrak pintu rapat RUU TNI di Hotel Fairmont

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:05 WIB
Mengintip sosok aktivis pembela HAM sekaligus Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras oleh OTK (Dok. Indonesia Corruption Watch)
Mengintip sosok aktivis pembela HAM sekaligus Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras oleh OTK (Dok. Indonesia Corruption Watch)

Ia menambahkan pengusutan perkara juga mendapat dukungan dari berbagai satuan di lingkungan Polri, mulai dari Polda Metro Jaya hingga Bareskrim Polri.

Baca Juga: Kapolres Subang berbagi di Ramadan, 500 anak yatim dan kaum jompo terima santunan

“Dilakukan backup baik oleh Polda Metro Jaya maupun oleh Bareskrim Polri,” katanya.

Korban alami luka serius

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menjelaskan peristiwa tersebut terjadi ketika Andrie Yunus pulang dari kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) pada Kamis malam.

Sebelumnya, Andrie sempat menghadiri kegiatan podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.

Menurut Dimas, Andrie Yunus diserang oleh orang tak dikenal yang menyiramkan cairan keras hingga menyebabkan luka serius.

Baca Juga: Novel Baswedan soroti penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus, sebut kejahatan biadab

“Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh,” ujar Dimas Bagus Arya dalam keterangannya, Jumat, 13 Maret 2026.

Ia menyebut luka tersebut mengenai beberapa bagian tubuh, terutama tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata.

Sosok aktivis yang pernah dobrak rapat RUU TNI

Andrie Yunus dikenal sebagai aktivis yang aktif mengadvokasi berbagai isu HAM di Indonesia.

Sebelum bergabung dengan KontraS pada 2022, ia pernah menjadi advokat publik di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta pada periode 2019 hingga 2022.

Baca Juga: Viral kasus pembuangan bayi di Bekasi, polisi ungkap motif pelaku takut diusir orang tua

Namanya sempat menjadi perhatian publik pada Maret 2025 ketika ia bersama sejumlah aktivis melakukan aksi protes terhadap rapat pembahasan RUU TNI yang diduga berlangsung tertutup di Hotel Fairmont, Jakarta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X