Bencana tersebut membuat Reza kehilangan sang nenek. Sebelumnya, ia juga telah kehilangan ayahnya.
“Sekarang tinggal sama kakek, sama mama, sama adik. Ayah sudah meninggal,” ujarnya.
Baca Juga: Massa gelar salat gaib di depan Polda DIY, aksi mahasiswa sempat ricuh hingga tiga orang diamankan
Meski masih menyimpan duka, Reza berusaha tegar. Ia mengaku hanya bisa mengirim doa ketika merindukan ayahnya.
“Kalau kangen ayah, kirim doa saja. Saya juga doakan mama sehat selalu, panjang umur, dimudahkan rezeki dan jauh dari marabahaya,” katanya.
Kondisi Desa Geudumbak pascabencana
Desa Geudumbak menjadi salah satu wilayah terdampak parah dalam bencana akhir November 2025.
Banjir yang datang membawa kayu gelondongan hingga menghancurkan banyak rumah warga.
Baca Juga: Viral telur rebus MBG di Magetan masih ada kotoran ayam, Bupati Nanik Sumantri janji tindak lanjut
Tumpukan kayu sisa banjir bahkan sempat terbakar beberapa waktu lalu yang diduga dipicu cuaca panas di wilayah Aceh Utara.
Untuk pemulihan, Pemerintah Pusat menyalurkan bantuan bagi Provinsi Aceh yang ditujukan kepada 15.789 kepala keluarga.
Total bantuan mencapai sekitar Rp341,7 miliar, mencakup 8.796 rumah rusak ringan dan 6.993 rumah rusak sedang di sembilan kabupaten dan kota.
Kisah Reza menjadi gambaran nyata bagaimana anak-anak turut merasakan dampak besar bencana alam, sekaligus menjadi pengingat pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi di masa mendatang.***
Artikel Terkait
Ramadan di tengah pemulihan banjir, warga Aceh Tamiang harap dukungan pangan
Bocah di Aceh tengah menangis, sekolah tertimbun lumpur pasca banjir dan longsor
Camp pengungsian Desa Delung Sekinel Aceh Tengah, warga bertahan pascabanjir bandang
Warga Aceh Timur jalani sahur Ramadan pertama di tenda pengungsian pascabanjir
3 Bulan pascabanjir Aceh Tamiang, warga Desa Sulum bertahan dengan air sungai keruh untuk mandi dan masak
Lubang raksasa di Aceh Tengah makin melebar, jalan alternatif warga ditutup total
Jembatan runtuh diterjang banjir, Luna Maya terenyuh lihat warga Aceh tetap bertahan