Tak berhenti di situ, ia juga menyelipkan kritik sosial yang halus namun menohok.
“Setiap tahun selalu begini, siapa yang salah, carilah solusi,” sambungnya.
Baca Juga: ESAI: Literasi dan aktivisme
Cuplikan singkat itu langsung menyebar luas dan menjadi simbol ketangguhan warga di tengah bencana yang berulang.
Banjir Bekasi dan reaksi warganet
Hingga Sabtu, 31 Januari 2026, video tersebut telah ditonton lebih dari 6,5 juta kali dan disukai 262,1 ribu pengguna TikTok. Ribuan komentar pun membanjiri unggahan itu, sebagian besar berisi doa dan simpati.
“Solusi terbaik memang dibawa happy. Semoga bapaknya dan warga Bekasi cepat pulih,” tulis akun @chunietrisnawatie.
“Keren ya, warga Bekasi diuji tapi tetap bisa menikmati dengan hati yang lapang,” komentar akun @rahmaaa.
Baca Juga: Pegiat antikorupsi bedah dugaan pelanggaran tambang emas Tumpang Pitu Banyuwangi
Di balik viralnya video tersebut, banjir Bekasi kembali menjadi pengingat soal persoalan klasik tata kelola lingkungan, drainase, dan aliran sungai yang hingga kini masih menyisakan pekerjaan rumah besar bagi pemerintah dan pemangku kebijakan.
Meski demikian, sikap bapak-bapak dalam video itu menunjukkan bahwa di tengah musibah, warga tetap berusaha bertahan dengan cara mereka sendiri, menghadapi bencana dengan senyum, lagu, dan harapan akan solusi yang nyata.***
Artikel Terkait
Ramai anak-anak berenang, sungai bekas banjir di Bener Meriah kini jadi wisata dadakan
Banjir meluas di Pantura Subang, Kang Rey pilih ngantor di lokasi dan desak normalisasi sungai
H-20 Ramadan, korban banjir bandang di Aceh cemaskan tradisi berbagi kanji rumbi terancam terputus
Polisi sigap evakuasi lansia sakit stroke yang terjebak banjir di Pamanukan
Pamanukan lumpuh total, banjir rendam pertokoan dan jalan utama hingga aktivitas warga terhenti
Banjir Pamanukan makin parah, ribuan warga mengungsi hingga padati kolong flyover
Sirine banjir sempat berbunyi, warga Bekasi berlarian dan berkumpul di jembatan pantau ketinggian air