GENMILENIAL.ID — Sejumlah pegiat antikorupsi menyoroti dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan aktivitas tambang emas Tumpang Pitu, Kabupaten Banyuwangi.
Kajian tersebut dilakukan setelah kelompok pegiat antikorupsi mengumpulkan berbagai data dan dokumen dalam beberapa bulan terakhir.
Hal itu disampaikan oleh Ance Prasetyo, koordinator kelompok pegiat antikorupsi, yang menyebut pihaknya telah melakukan telaah mendalam terhadap sejumlah aspek yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.
Baca Juga: Dua bulan pascabanjir, warga Kampung Jamat Aceh Tengah masih krisis air bersih
“Kami telah mengumpulkan berbagai data dan dokumen terkait tambang emas Tumpang Pitu. Dari situ, kami melakukan kajian lebih mendalam,” ujar Ance.
Koordinasi dengan aparat penegak hukum
Ance menjelaskan, hasil kajian yang dilakukan tidak berhenti pada analisis internal semata.
Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) untuk menindaklanjuti temuan-temuan tersebut.
“Kajian yang sudah kami susun juga telah kami diskusikan dan koordinasikan dengan penegak hukum yang berwenang,” ungkapnya.
Menurut Ance, langkah koordinasi ini dilakukan karena dugaan yang mengarah pada tindak pidana korupsi tidak harus selalu diawali dengan laporan resmi.
“Bagi kami, masyarakat cukup menyampaikan informasi yang disertai data dan dokumen, lalu berkolaborasi dengan aparat penegak hukum untuk mengungkapnya,” jelasnya.
Dugaan terkait perizinan hingga kerusakan lingkungan
Meski tidak merinci secara detail isi kajian, Ance mengungkapkan bahwa dugaan pelanggaran yang ditemukan berkaitan dengan sejumlah aspek penting dalam aktivitas pertambangan.
Artikel Terkait
Setelah banjir-longsor Tapanuli Selatan, KLH setop operasional 3 perusahaan tambang dan ungkap pembukaan lahan masif
Novel Baswedan soroti penyebab banjir Sumatera: Izin tambang, perkebunan dan potensi korupsi dalam kerusakan lingkungan
Tour Guide ungkap keindahan sungai air hitam di Kalimantan, kini disorot karena dugaan limbah tambang
Di hadapan Wapres Gibran, mahasiswa Kalsel bongkar 180 dugaan tambang ilegal dan soroti banjir tahunan
Ada tokoh yang lebih dulu kritik tambang untuk ormas tapi tak dilaporkan, Mahfud MD: Kenapa harus Pandji?
Liput tambang, ponsel wartawan di Subang dilempar oknum ormas ke situ: Dugaan intimidasi kerja jurnalistik
Anggota DPRD Subang soroti pelemparan HP jurnalis saat liput tambang: Menghalangi pers bisa dipidana