GENMILENIAL.ID — Sungai yang sempat terdampak banjir di Kampung Umah Besi, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, kini berubah menjadi lokasi wisata dadakan yang ramai dikunjungi warga.
Dua bulan pascabanjir, kawasan sungai tersebut justru dimanfaatkan masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, terutama pada siang hingga sore hari.
Suasana sungai tampak ramai oleh anak-anak yang berenang dan warga yang bersantai di sekitar aliran air.
Baca Juga: Datangi rumah pedagang es jadul, oknum polisi–TNI minta maaf usai tuduh pakai bahan spons
Hal itu terlihat dalam video yang diunggah akun Instagram @explore_gayo pada Rabu, 28 Januari 2026.
“Sungai bekas banjir dua bulan lalu, digunakan masyarakat untuk berwisata,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Anak-anak bermain air, sungai jadi tempat rekreasi
Dalam video tersebut, terlihat anak-anak bermain air di antara bebatuan besar yang berada di aliran sungai.
Arus air yang relatif kecil membuat warga merasa cukup aman untuk beraktivitas.
Baca Juga: Curhatan Chiki Fawzi, ungkap mendadak dicopot dari petugas haji 2026: Jujur sedih banget
Sebagian warga tampak duduk santai di atas batu, sementara lainnya memanfaatkan air sungai untuk mencuci kendaraan bermotor.
Fenomena ini menjadikan sungai yang sebelumnya terdampak bencana berubah fungsi menjadi ruang rekreasi sederhana bagi warga sekitar.
Pedagang bermunculan, ekonomi warga mulai bergerak
Tak hanya menjadi tempat bermain, lokasi tersebut juga dimanfaatkan sebagian warga untuk mencari penghasilan tambahan.
Artikel Terkait
Harga Sembako melambung hingga dua kali lipat, warga Takengon rela jalan kaki 5 jam ke Bener Meriah
Panik gempa susulan, status Gunung Burni Telong naik siaga, warga Bener Meriah pilih mengungsi
Kisah relawan Bener Meriah yang tetap salurkan bantuan meski baru kehilangan ibu
Influencer Virdian Aurellio soroti pemulihan pascabanjir di Bener Meriah yang belum tuntas
Warga Samar Kilang Bener Meriah krisis air bersih, dua bulan pascabanjir harus antre hingga keluar desa
Dua bulan pascabanjir, warga Aceh Tamiang masih krisis air bersih, harus jalan lebih dari 1 km
Dua bulan berlalu, warga Pidie Jaya Aceh ungkap bertahan lapar dan haus selama banjir bandang