23 Marinir jadi korban longsor di Cisarua Bandung Barat, 4 orang ditemukan meninggal

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 27 Januari 2026 | 19:38 WIB
Menyoroti insiden puluhan marinir menjadi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat (Instagram.com/@jurnalmiliter)
Menyoroti insiden puluhan marinir menjadi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat (Instagram.com/@jurnalmiliter)

GENMILENIAL.ID — Insiden longsor yang terjadi di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menelan korban dari unsur TNI Angkatan Laut.

Sebanyak 23 prajurit Marinir dilaporkan tertimbun longsor, dengan empat di antaranya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026, saat para prajurit tengah berada di lokasi untuk menjalani kegiatan latihan.

Informasi ini mencuat setelah unggahan akun Instagram @jabodetabek24info pada Selasa, 27 Januari 2026, yang menyebutkan bahwa sebagian korban merupakan prajurit Batalyon Infanteri 9 Marinir atau Beruang Hitam asal Lampung.

Baca Juga: Ahok sebut golf jadi tempat negosiasi paling murah saat bersaksi di kasus korupsi minyak

“23 marinir di Lampung menjadi korban longsor di Bandung Barat, baru 4 orang yang ditemukan.” demikian postingan dalam unggahan tersebut.

KSAL benarkan 23 marinir tertimbun longsor

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali membenarkan adanya puluhan prajurit Marinir yang menjadi korban longsor di Cisarua.

“Saya menyampaikan terkait dengan kejadian bencana alam yang terjadi di Jawa Barat, di Desa Soreang. Memang terdapat 23 anggota marinir yang tertimbun longsor,” kata Ali kepada awak media di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.

Ia menambahkan, peristiwa tersebut juga melibatkan unsur TNI lainnya yang berada di lokasi saat kejadian.

Baca Juga: Viral pesepeda diduga diintimidasi oknum driver ojol di Jakarta Pusat, HP nyaris dirampas

Empat jenazah telah ditemukan

Dalam keterangannya, KSAL menyebutkan hingga saat ini empat prajurit telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara sisanya masih dalam proses pencarian.

“Saat ini sudah ditemukan empat personel dalam kondisi meninggal dunia, dan yang lain belum ditemukan. Proses pencarian masih terus dilakukan,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X